Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan vaksinasi hewan ternak terus dilakukan untuk mencegah penyakit sekaligus menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani, mengatakan, vaksinasi merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak. Langkah tersebut juga dilakukan untuk memastikan produk hewan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat berada dalam kondisi aman.
“Dinas Pertanian Peternakan ini berat tugasnya. Karena kami harus memastikan bahwa yang kalian makan itu bersih,” kata Rifani saat ditemui media ini di Tenggarong, Kukar, Jumat (25/9/2026).
Distanak Kukar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan sebelum dan setelah pemotongan. Pemeriksaan sebelum pemotongan (ante mortem) dilakukan untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan hewan layak untuk dipotong.
Rifani menjelaskan pemeriksaan tersebut penting untuk mendeteksi kemungkinan adanya penyakit maupun parasit yang dapat membahayakan konsumen.
“Itu 100 derajat Celsius kita rebus, cacingnya mati, inangnya mati, tapi telurnya tidak. Kalau tidak kita periksa, kita tidak beri vaksin. Kita-kita makan bakso, makan sate daging itu. Bisa ada,” tegasnya.
Setelah hewan dipotong, pemeriksaan kembali dilakukan melalui post mortem. Pemeriksaan mencakup daging dan bagian jeroan untuk mendeteksi penyakit maupun parasit, termasuk kemungkinan adanya cacing hati.
Menurut Rifani, pemeriksaan tersebut penting karena tidak semua parasit dapat dipastikan hilang hanya melalui proses pemasakan.
“Pemeriksaan diperlukan karena telur parasit tertentu masih dapat bertahan meskipun cacingnya telah mati akibat proses pemasakan,” tuturnya.
Sementara untuk vaksinasi, Distanak Kukar melaksanakannya secara berkala. Dalam satu tahun, vaksinasi dapat dilakukan hingga tiga kali dengan jumlah penerima mencapai ribuan ekor ternak.
“Kami melakukan vaksinasi ke hewan ternak dalam setahun itu bisa sampai tiga kali, biar aman saat akan dikonsumsi,” pungkasnya. (*)











