Head NewsHumaniora

Rudy Mas’ud: Program GratisPol untuk Meningkatkan Akses Pendidikan bagi Anak-anak  Kaltim

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Masjid Agung Pelita Samarinda(UpdateKaltim.com/Lydia Apriliani)

Samarinda.UpdateKaltim.com – Hari kelima Safari Ramadan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud di Masjid Agung Pelita, Kota Samarinda, pada Jumat subuh (7/3), menjadi ajang diskusi penting antara pemerintah dan generasi muda.

Salah satu isu yang mengemuka dalam dialog antara Gubernur Kaltim dan generasi muda ini adalah kondisi pendidikan di Bumi Etam yang masih tertinggal, terutama di daerah pelosok.

Dalam sesi tanya jawab, seorang siswa SMA Negeri 2 Samarinda, bernama Al-Lyzra Bisma Saputra, turut mempertanyakan bagaimana pemerintah melihat kondisi pendidikan di daerah terpencil.

Gubernur Rudy Mas’ud dalam tanggapannya mengakui bahwa kualitas pendidikan di Kaltim masih berada dalam kategori “rata-rata air”. Artinya, belum ada kemajuan yang signifikan dibandingkan dengan daerah lain seperti Jakarta.

“Kita harus jujur, kualitas pendidikan di Kaltim belum ada yang benar-benar menonjol. Kita ibaratkan lain padi lain ilalang, serupa tetapi tidak sama. Anak-anak Jakarta memiliki lebih banyak peluang untuk masuk ke universitas top nasional dibandingkan anak-anak kita di sini,” jawabnya.

Ia bahkan membandingkan sistem pendidikan di Indonesia dengan universitas-universitas terbaik dunia seperti Oxford dan Harvard. Menurutnya, negara-negara maju telah lebih dulu menanamkan sistem pendidikan yang kuat dan mendukung riset sejak dini.

Kualitas pendidikan yang dirasa Rudy Mas’ud, belum ada apa-apanya ini menjadi sorotannya. Pasalnya, kondisi seperti ini akan membuat anak-anak Kaltim sulit menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Persaingan untuk masuk universitas berstandar internasional pun dinilai semakin ketat.

Gubernur mencontohkan anaknya yang berhasil masuk Institut Teknologi Bandung (ITB) pada usia 14 tahun dan kini bersiap untuk lulus di usia 19 tahun. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa dengan pendidikan yang baik dan persiapan matang, siswa dari Kaltim pun bisa bersaing di tingkat nasional.

“Anak saya masuk ITB di usia 14 tahun dan sekarang, di usia 19 tahun, dia sebentar lagi akan wisuda. Sementara saya sendiri baru lulus SMA di usia 19 tahun. Ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan itu benar-benar menentukan bagaimana seseorang bisa lebih cepat berkembang,” ujarnya.

Jemaah Masjid Agung Pelita Samarinda. (UpdateKaltim.com/Lydia Apriliani)

Ia juga menyoroti tantangan pendidikan di Kaltim, di mana rata-rata lama sekolah masih sekitar 9,9 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa banyak anak-anak Kaltim yang belum menamatkan pendidikan menengah atas.

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Kaltim meluncurkan program GratisPol Pendidikan, yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di Bumi Etam.

Program ini diharapkan dapat membantu lebih banyak anak-anak Kaltim untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Kita tidak bisa terus tertinggal seperti ini. Jika Singapura, yang luasnya hanya 700 km², bisa menguasai ekonomi dunia, maka Kaltim dengan sumber daya melimpah juga harus bisa melahirkan generasi unggul melalui pendidikan,” tegasnya.

Dengan dorongan ini, diharapkan lebih banyak anak-anak dari Kaltim yang bisa mengakses universitas terbaik, baik di dalam maupun luar negeri, serta membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih cerah.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan 

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts