Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mengusulkan ke DPRD Kukar anggaran beasiswa Kukar Idaman Terbaik 2027 tetap sebesar Rp21 miliar, sama seperti alokasi tahun 2026. Usulan tersebut disesuaikan dengan proyeksi kemampuan fiskal daerah yang diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun ini.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kukar, Fathul Alamin, mengatakan pemerintah daerah belum memasang target penambahan anggaran untuk tahun depan. Pemkab Kukar memilih mempertahankan alokasi yang ada agar program bantuan pendidikan tetap berjalan.
“Untuk 2027, sementara ini kita mengusulkan agar jumlahnya tetap sama seperti tahun ini. Berdasarkan proyeksi dari Bappeda maupun kapasitas fiskal daerah, kondisinya tidak jauh berbeda dengan tahun ini,” kata Fathul di Tenggarong, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, usulan tersebut masih menjadi rencana awal dan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah daerah berharap anggaran beasiswa setidaknya dapat dipertahankan pada tingkat yang sama dengan tahun ini.
Pada 2026, anggaran beasiswa Kukar Idaman Terbaik yang telah disalurkan mencapai Rp21 miliar. Nilai tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025, baik dari sisi anggaran maupun jumlah penerima.
Dari sisi realisasi, seluruh beasiswa stimulan untuk pelajar SMA, mahasiswa jenjang S1, dan santri pondok pesantren telah disalurkan. Beasiswa tematik tahap pertama juga telah rampung, sedangkan penyaluran tahap kedua untuk tenaga kesehatan masih dipersiapkan.
Program beasiswa Kukar Idaman Terbaik terbagi dalam tiga kategori, yakni beasiswa stimulan, bantuan pendidikan, dan beasiswa tematik. Ketiganya memiliki sasaran yang berbeda sesuai kebutuhan penerima.
“Jadi beasiswa stimulan diberikan berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik. Sementara itu, bantuan pendidikan menyasar masyarakat kurang mampu dengan menggunakan basis DTSENsebagai salah satu acuan,” jelasnya.
Adapun beasiswa tematik disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di Kukar, terutama pada bidang yang masih kekurangan tenaga profesional. Salah satu contohnya adalah bidang kedokteran untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter.
Besaran bantuan juga disesuaikan dengan jenis program. Beasiswa stimulan untuk pelajar SMA dan santri masing-masing sebesar Rp3 juta, sedangkan mahasiswa S1 menerima Rp5 juta.
Untuk beasiswa tematik, pembiayaan ditanggung penuh berdasarkan perjanjian kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.
“Nominalnya berbeda-beda sesuai ketentuan masing-masing perguruan tinggi,” terangnya.
Ditegaskan Fathul, anggaran beasiswa tersebut terpisah dari alokasi belanja pendidikan sebesar 20 persen yang dikelola melalui Dinas Pendidikan. Dengan demikian, program beasiswa memiliki pos anggaran tersendiri dalam penganggaran pemerintah daerah.
“Besaran anggaran beasiswa untuk 2027 selanjutnya masih menunggu proses pembahasan dan penetapan anggaran daerah,” pungkasnya. (*)












