Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menginventarisasi produk unggulan desa untuk dikembangkan menjadi peluang investasi. Langkah ini sejalan dengan gagasan satu desa satu produk atau one village, one product yang diharapkan dapat memperkuat industri berbasis potensi lokal.
Kepala DPMPTSP Kukar, Alfian Noor, mengatakan pihaknya akan memperbarui kajian produk unggulan yang sebelumnya telah dilakukan pada tingkat kecamatan. Kajian tersebut nantinya diturunkan hingga tingkat desa dan kelurahan untuk memetakan komoditas yang berpeluang dikembangkan.
“Sekarang kami sedang menginventarisasi dan akan melakukan kajian terkait desa-desa yang memiliki produk unggulan. Beberapa kajian sudah kita lakukan,” ujar Alfian di Tenggarong, Selasa (27/10/2026).
Diterangkan Alfian, pemetaan diperlukan agar setiap wilayah memiliki produk yang dapat dikembangkan sesuai potensinya. Dengan demikian, produk antardesa tidak saling berbenturan sehingga pemasaran dapat berjalan lebih optimal.
Ia menjelaskan, kajian serupa pernah dilakukan pada 2023, tetapi cakupannya masih di tingkat kecamatan. Pembaruan kajian akan dilaksanakan secara bertahap karena pemetaan seluruh desa dan kelurahan tidak dapat dilakukan sekaligus.
Sejumlah produk lokal telah teridentifikasi, di antaranya telur omega dan susu kambing di Desa Loa Duri Ilir. Potensi tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha berbasis desa apabila didukung pemetaan pasar dan strategi pemasaran yang sesuai.
Dari sisi investasi, DPMPTSP Kukar juga menargetkan pengembangan industri non-ekstraktif. Industri ini tidak hanya bergantung pada pengambilan sumber daya alam, tetapi mengolah bahan baku menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Disebutkan Alfian pengembangan industri non-ekstraktif menjadi salah satu indikator kinerja utama instansinya. Nilai investasi pada sektor tersebut nantinya turut dilaporkan sebagai bagian dari evaluasi kinerja tahunan.
“Harapannya, industri pengolahan itu bisa berkembang di desa-desa. Itu menjadi salah satu tolok ukur yang akan kita sampaikan setiap akhir tahun, termasuk nilai investasi dari industri non-ekstraktif,” jelasnya.
Inventarisasi Produk untuk Ditawarkan kepada Investor
Selain memetakan potensi desa, DPMPTSP Kukar menghimpun data produk unggulan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Upaya ini dilakukan untuk menyelaraskan program pembinaan yang sudah berjalan dengan peluang penanaman modal.
Pengumpulan data tersebut berkaitan dengan rencana pembagian zona ekonomi Kukar menjadi wilayah timur, utara, dan selatan. Setiap kawasan diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang berbeda, sehingga diperlukan data komoditas yang dapat ditawarkan kepada calon investor.
Alfian menuturkan, pihaknya telah menggelar rapat bersama OPD terkait melalui koordinasi Asisten II untuk mengumpulkan informasi mengenai produk-produk yang telah dibina pemerintah daerah.
Salah satu temuan yang menarik perhatian adalah produk ikan asin Kukar yang disebut telah menembus pasar internasional. Selain itu, ikan terabuk juga masuk dalam inventarisasi produk unggulan daerah.
“Contohnya, saya juga baru tahu bahwa ternyata ikan asin kita sudah diekspor hingga pasar internasional. Produk ikan terabuk juga menjadi salah satu yang kita inventarisasi,” ungkapnya.
“Data yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk mengikuti forum bisnis maupun menyusun Investment Project Ready to Offer (IPRO), yakni proyek investasi yang telah disiapkan untuk ditawarkan kepada calon investor,” pungkasnya. (*)












