EkuinHead News

DPMD Kukar Targetkan 20 Kecamatan Miliki Produk Unggulan Lewat One District One Industry

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Dodol kulit pisang produksi warga Kembang Janggut. (Istimewa)

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pengembangan produk unggulan berbasis wilayah melalui konsep One District One Industry. Program ini diarahkan agar 20 kecamatan di Kukar memiliki produk atau industri unggulan yang dikembangkan bersama pelaku usaha lokal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan penerapan konsep tersebut mulai dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut melalui kolaborasi dengan koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.

“Ini pertama kali dilakukan di Kecamatan Kembang Janggut. Kegiatan itu dikolaborasikan dengan koperasi yang ada di wilayah Kembang Janggut dan UMKM yang ada di sana,” kata Arianto di Tenggarong, Senin (12/10/2026).

Ia menilai, konsep One District One Industry merupakan bagian dari tindak lanjut program One Village One Product yang selama ini menjadi salah satu program Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin. Melalui pendekatan tersebut, setiap desa diharapkan mampu mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal menjadi produk unggulan.

Pengembangan produk akan melibatkan pemerintah desa, UMKM, koperasi, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Bagaimana pemerintah desa di setiap desa bersama UMKM dan BUMDes yang mereka miliki agar memiliki produk-produk unggulan. Nanti kita sama-sama kembangkan untuk bisa menjadi unggulan,” jelasnya.

Arianto menyebutkan, program tersebut tidak hanya menyasar Kecamatan Kembang Janggut, tetapi direncanakan diterapkan secara bertahap di seluruh wilayah Kukar. Daerah ini memiliki 20 kecamatan, 193 desa, dan 44 kelurahan yang masing-masing memiliki potensi untuk dikembangkan.

“Ini nanti akan dilaksanakan di 20 kecamatan, 193 desa, dan 44 kelurahan,” ungkapnya.

Arianto menuturkan, pengembangan produk unggulan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan produksi. Pengelolaan usaha dan pemasaran juga menjadi bagian penting agar produk lokal dapat berkembang dan memiliki daya saing.

Karena itu, keterlibatan UMKM, koperasi, dan BUMDes diharapkan mampu membangun kerja sama dalam mengelola potensi wilayah. Pemerintah daerah juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga maupun perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah pengembangan.

Terlebih, kegiatan itu mendapat sambutan dari pihak kecamatan sebagai langkah awal untuk mengembangkan potensi desa secara bersama-sama.

“Ini disambut oleh teman-teman kecamatan. Kita ingin supaya potensi yang ada di desa-desa bisa dikembangkan bersama,” ujarnya.

Melalui program One District One Industry, Pemkab Kukar berupaya membangun pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, sehingga produk dari desa dan kecamatan dapat tumbuh menjadi unggulan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts