Head NewsHumaniora

Dinkes Kukar Jalankan 12 Indikator SPM Kesehatan, Ibu dan Bayi jadi Sasaran

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar di Jalan Cut Nyak Dien , Kelurahan Melayu, Tenggarong. (UpdateKaltim.com/Zulkifli)

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, menjalankan 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan. Program ini mencakup pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, hingga penanganan berbagai penyakit.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan pemenuhan indikator SPM menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program kesehatan di daerah. Setiap indikator memiliki target yang harus dicapai sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Yang pasti dari program itu ada target-target, ada indikator yang harus dicapai. Antara lain penurunan kematian ibu, kematian bayi, kemudian penurunan stunting,” ujar Ismi di Tenggarong, Jumat (9/10/2026).

Selain pelayanan kesehatan ibu dan anak, indikator SPM juga mencakup penanganan penyakit menular, seperti tuberkulosis (TB) dan HIV. Termasuk penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) juga turut menjadi bagian dari pelayanan yang harus dipenuhi.

“Dengan beragam sasaran itu, pelaksanaan SPM tidak hanya berfokus pada kelompok tertentu, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat,” kata Ismi.

Berdasarkan data Dinkes Kukar per Agustus 2026, pelayanan kesehatan bagi pasien tuberkulosis (TB) mencapai 78 persen dari 11.830 sasaran, sedangkan pelayanan HIV mencapai 72,13 persen dari 20.088 sasaran.

Sementara itu, capaian pelayanan bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tercatat sebesar 77,78 persen dari 735 sasaran. Adapun pelayanan kesehatan bagi penderita diabetes melitus (DM) mencapai 60,39 persen dari 11.162 sasaran.

“Di antara lima indikator tersebut, pelayanan hipertensi menjadi yang terendah. Dari 29.021 sasaran, capaian pelayanan kesehatan bagi penderita hipertensi baru mencapai 45,06 persen,” sebutnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa capaian pelayanan kesehatan pada masing-masing indikator masih bervariasi. Pelayanan hipertensi dan diabetes melitus memiliki persentase capaian lebih rendah dibandingkan pelayanan TB, ODGJ, dan HIV sehingga perlu menjadi perhatian dalam upaya pemenuhan target SPM.

Ismi menjelaskan, pelaksanaan program kesehatan di lapangan melibatkan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan. Fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut menjalankan berbagai program sesuai dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kerjanya.

Sementara itu, Dinkes Kukar bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program, menghimpun data, melakukan pemantauan dan evaluasi, serta memberikan pembinaan kepada petugas kesehatan.

“Kami di Dinkes itu melakukan kompilasi data, kemudian melakukan monitoring, evaluasi, pembinaan, dan peningkatan kapasitas dari petugas-petugas,” jelasnya.

Di luar pemenuhan indikator SPM, Dinkes Kukar juga menjalankan sejumlah program kesehatan lainnya, seperti imunisasi dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk mendeteksi penyakit sejak dini. (*)

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts