Head NewsHumaniora

Sarifah Suraidah: Penanggulangan TBC Bagian Penting dari Gerakan Kesehatan

Ketua TP PKK Kaltim Sarifah Suraidah (Doc.TP PKK Kaltim)

Samarinda.UpdateKaltim.com – TBC, yang juga disebut sebagai Penyakit Tuberkulosis masih menjadi ancaman serius di Kalimantan Timur (Kaltim) dan jadi perhatian Ketua TP PKK Kaltim, Sarifah Suraidah Harum.

Menurut istri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud itu, penanggulangan TBC menjadi bagian penting dari gerakan kesehatan di Kaltim. Mengingat, presentase penyakit ini cukup signifikan.

“Saya mencetuskan gerakan penanggulangan TBC, karena penyakit ini sangat tinggi. Kami mendapat informasi dari Dinas Kesehatan bahwa angka TBC di Kaltim capai 30 persen. Semoga kita bisa menanggulanginya bersama-sama,” ujarnya di Pendopo Odah Etam usai mengukuhkan ketu TP PKK  dan Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kaltim, Sabtu (15/3).

Sementara ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan upaya pencarian kasus (case finding) secara aktif untuk menemukan penderita TBC di berbagai daerah.

“Di Kaltim, kami mengadakan case finding atau penemuan kasus baru. Dari hasil yang sudah dilakukan, angkanya sekitar 30 persen. Ini luar biasa banyak, sehingga kami harus melakukan berbagai langkah skrining,” katanya.

Kepala Dinkes Provinsi Kaltim Jaya Mualimin (UpdateKaltim.com/Lydia Apriliani).

Skrining dilakukan di setiap Puskesmas dengan target 3.000 orang per kota di 10 kabupaten/kota. Hasilnya menunjukkan bahwa 3 daerah dengan jumlah kasus TBC tertinggi adalah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, dan Kota Balikpapan.

“Mereka-mereka yang terindikasi kita lakukan pengobatan,” tegasnya.

Angka estimasi penderita TBC di Kaltim pada tahun 2024 terang Jaya Mualimin, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kasusnya sekitar 18.000-an, tahun ini sudah 21.000. Dari jumlah itu, kita baru bisa menemukan 56 persen kasus. Artinya, masih hampir setengahnya belum terdeteksi,” ungkapnya.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting dalam menekan penyebaran penyakit menular seperti TBC.

“Kita bisa segera melaksanakan early morning system, yaitu sistem deteksi dini, khususnya untuk anak-anak yang stunting dan penyakit menular seperti TBC. Ini sangat berbahaya, apalagi daerah kita adalah penghasil sumber daya alam,” jelasnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kesehatan Kaltim menerapkan strategi tiga “T” dalam penanggulangan TBC, yaitu:

  1. Tes – Melakukan skrining awal untuk mendeteksi penderita lebih cepat.
  2. Telusur – Melakukan pelacakan kontak erat guna memastikan penyebaran penyakit bisa dikendalikan.
  3. Terapi – Memberikan pengobatan yang sesuai bagi penderita yang terdiagnosis.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts