EkuinHead News

Kontribusi ke PAD Hampir Rp300 Miliar, Bupati Kukar Minta MGRM Perluas Bisnis

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Bupati Aulia Rahma didampingi Direktur Utama PT MGRM Perseroda, Efri Novianto saat memotong tumpeng dalam perayaan HUT MGRM, Senin (26/10/2026). (UpadateKaltim/Zulkifli)

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, berharap PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM Perseroda) memperluas lini bisnis di luar pengelolaan participating interest (PI) untuk meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Aulia saat menghadiri peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-8 MGRM di Kantor Graha, Jalan Lais, No. 77 RT 07, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Senin (26/10/2026)

“Selama ini, MGRM merupakan salah satu perusahaan daerah yang memberikan kontribusi PAD cukup besar karena mengelola PI untuk Blok Mahakam. Kontribusinya sangat signifikan terhadap pendapatan daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan negara,” ujar Aulia.

Dikatakan Aulia, perusahaan daerah yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi (migas) serta pertambangan lainnya tersebut selama ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah melalui pengelolaan PI di Blok Mahakam.

Ia menilai, pengembangan sektor usaha non-PI menjadi peluang bagi MGRM untuk meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus memperbesar kontribusi bagi keuangan daerah.

“Kita berharap ke depan MGRM juga mampu mengembangkan sektor-sektor bisnis non-PI sehingga pendapatan yang dikontribusikan sebagai pendapatan asli daerah bisa lebih meningkat lagi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MGRM Perseroda, Efri Novianto, menyebut perusahaan telah mencatat kontribusi PAD sebesar Rp287 miliar sejak berdiri. Dengan tambahan Rp24 miliar, total kontribusi tersebut mendekati Rp300 miliar.

Pada 2027, MGRM menargetkan kembali menyetorkan kontribusi sebesar Rp24 miliar. Perusahaan juga memproyeksikan tambahan pendapatan dari pengelolaan PI di Blok Mahakam dan Blok Sangasanga pada 2028.

“Di usia ke-8 ini, harapan kami MGRM semakin baik. Kita ibaratnya baru belajar berlari dan sekarang sudah mulai berlari,” ungkap Efri.

Ia menjelaskan, perkembangan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah turut memengaruhi pendapatan perusahaan. Karena itu, proyeksi pendapatan dari pengelolaan PI pada 2028 akan bergantung pada sejumlah faktor tersebut.

“Dampak situasi Iran dan Amerika terhadap harga minyak dunia serta nilai tukar rupiah juga menjadi faktor yang memengaruhi pendapatan tersebut,” pungkasnya. (*)

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts