Head NewsPemerintahan

Sembilan Kampung Nelayan Merah Putih di Kukar Mulai Dibangun

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Foto: Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin saat mengunjungi para nelayan di Desa Jantur Selatan, Kecamatan Muara Muntai. (istimewa).

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mengawal pembangunan sembilan titik Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program strategis nasional yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Muslik mengatakan, sembilan lokasi tersebut terdiri dari kawasan pesisir laut dan perairan umum daratan.

“Untuk 2026 ada sembilan titik yang sedang berproses pembangunannya. Kemarin saya melihat progresnya berkisar 10 sampai 30 persen,” ungkap Muslik pada media ini, Minggu (8/11/2026).

Muslik menyebut, untuk wilayah pesisir laut, pembangunan berada di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Desa Tanjung Limau di Kecamatan Muara Badak, Desa Handil Terusan di Kecamatan Anggana, Muara Jawa Pesisir di Kecamatan Muara Jawa, serta Kelurahan Kuala Samboja di Kecamatan Samboja.

Sementara itu, untuk kawasan perairan umum daratan, pembangunan mencakup Desa Sangkuliman dan Pela di Kecamatan Kota Bangun, Desa Semayang di Kecamatan Kenohan, serta Desa Jantur di Kecamatan Muara Muntai.

Selain sembilan lokasi yang sedang dibangun, DKP Kukar juga menyiapkan enam titik untuk diusulkan dalam program serupa pada 2027.

Enam lokasi tersebut yakni Desa Pulau Harapan di Kecamatan Muara Muntai, Desa Kahala Ilir di Kecamatan Kenohan, Desa Muara Jawa Ilir di Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Sepatin dan Muara Pantuan di Kecamatan Anggana.

“Enam titik itu rencananya kita usulkan untuk 2027. Harapannya, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih bisa terus berlanjut di wilayah pesisir maupun perairan umum daratan,” terangnya.

Dijelaskan Muslik, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sepenuhnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Pelaksanaan kegiatan ditangani langsung Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, termasuk proses pengadaan dan pengawasan pekerjaan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kukar hanya bertugas menyiapkan lokasi pembangunan. Adapun waktu pengerjaan di setiap titik tidak seragam karena terdapat sejumlah penyesuaian sebelum pekerjaan dimulai.

“Rata-rata pembangunan mulai berjalan pada September hingga Oktober 2026 kemarin,” bebernya.

Adapun fasilitas yang dibangun nantinya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing kawasan nelayan. Di antaranya shelter, tempat pendaratan ikan, pabrik es, kedai pesisir, tempat kuliner, gedung perbekalan nelayan hingga fasilitas perbaikan alat tangkap.

“Keberadaan fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat menunjang aktivitas nelayan, mulai dari proses bongkar muat hasil tangkapan hingga pemenuhan kebutuhan perbekalan sebelum melaut,” harapnya.

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts