
Balikpapan.UpdateKaltim.com – Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur (Wagub) Seno Aji memastikan program GratisPol dan JosPol pendidikan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) baru bisa direalisasikan sepenuhnya pada tahun 2026.
“Kami ingin generasi muda di Kaltim menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Karenanya, pendidikan gratis harus menjadi prioritas. Insyaallah, pada 2026, program ini akan berjalan 100 persen,” ujar Wagub Seno Aji dalam sesi tanya jawab di acara subuh berjamaah di Balikpapan, Rabu (12/3).
Dengan pernyataannya itu, Seno memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dibawah kepemimpinannya dan Rudy Mas’ud bukan sekedar omon-omon. Keduanya, akan membuktikan bahwa program pendidikan gratis untuk seluruh jenjang bisa terealisasi.
Saat ini, regulasi yang menjadi dasar hukum program pendidikan gratis telah disiapkan. Peraturan Gubernur (Pergub) terkait kebijakan ini akan ditandatangani dalam waktu dekat.
Program ini akan mencakup pendidikan SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Mereka akan mendapatkan buku dan seragam sekolah gratis. Selain itu, mahasiswa dari jenjang S1, S2, hingga S3 juga akan mendapatkan manfaat dari kebijakan ini.
Anggaran Disiapkan Secara Bertahap
Seno mengakui bahwa anggaran pendidikan gratis ini masih dalam tahap penyesuaian. Relokasi anggaran pun telah dilakukan, meski belum bisa mencapai 100 persen pada tahun 2025 ini. Hal ini disebabkan oleh pengesahan anggaran yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya (2024).
“Kami mohon maaf karena belum bisa langsung penuh, tetapi langkah awal sudah kami jalankan. Anggaran akan terus kami tingkatkan hingga mencapai target 100 persen pada 2026,” jelasnya di Masjid Agung At-Taqwa di Kota Balikpapan.
Pria kelahiran Semarang itu menegaskan bahwa pendidikan gratis menjadi prioritas utama pemerintahannya bersama Gubernur Rudy Mas’ud. Ia menyebut bahwa Kaltim akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan kebijakan ini secara menyeluruh.
“Kalau program ini berhasil, Kaltim bisa menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa pendidikan gratis bukan sekadar janji, tetapi benar-benar bisa dijalankan,” tegasnya.
Menyambut IKN, SDM Harus Disiapkan
Program pendidikan gratis ini juga sejalan dengan persiapan Kaltim sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan adanya akses pendidikan yang lebih luas dan terjangkau, diharapkan putra-putri daerah bisa bersaing di dunia kerja, terutama dalam mendukung pembangunan IKN.
“Kita tidak ingin hanya menjadi penonton di rumah sendiri. Pendidikan gratis ini adalah langkah untuk menciptakan SDM berkualitas yang bisa mengambil peran strategis dalam pembangunan,” tambahnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan








