
Samarinda.UpdateKaltim.com – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Rudy Mas’ud-Seno Aji di 100 hari pertama masa jabatannya fokus mengurus urusan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
“Tentu, kita sudah rancang. Dan kita segera sesuaikan visi misi melalui peraturan gubernur (pergub),” kata Seno Aji menjawab pertanyaan UpdateKaltim.com, Sabtu (22/2).
Program 100 hari pertama ini dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi seluruh masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan di berbagai sektor sesuai dengan kampanye Rudy Mas’ud dan Seno Aji.
Menurut Seno, pemerintah provinsi akan menyiapkan skema pendanaan untuk memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena faktor ekonomi.
“Kami ingin memastikan pendidikan benar-benar bisa diakses oleh semua kalangan,” ujarnya.
Program pemerintah pusat makan bergizi gratis (MBG) juga akan diperhatikan Pemprov Kaltim.
“Kita dukung program makan siang gratis ini. Kita optimalkan pendanaan dari pusat. Tapi kemarin kita sudah hitung, ada beberapa yang pendanaan itu dari daerah. Kemungkinan kita hybrid, antara pemerintah pusat dan daerah,” jelasnya.
Di bidang kesehatan, Seno Aji menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat di Bumi Mulawarman. Masyarakat tidak mampu yang belum tercover oleh pemerintah pusat maupun daerah, akan dicover Pemprov Kaltim.
“Untuk BPJS, kita lagi melakukan perhitungan anggaran untuk memastikan program ini bisa berjalan dengan baik. Entah mungkin sekitar Rp10 miliar atau berapa, angkanya belum tahu pasti. Intinya, kita fokuskan ke penduduk yang belum tercover. Kita akan rapat dengan dinas kesehatan kabupaten dan kota. Setelah itu kita tentukan besarannya,” paparnya.
Di sektor infrastruktur, pemerintah berencana mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan penghubung antarwilayah secara bertahap. Salah satu prioritas utama adalah menyelesaikan ruas Samarinda-Kutai Barat (Kubar) terlebih dulu.
“Ya intinya, program gratis-gratis dulu sama sedikit program jospol itu untuk rumah sakit segala macam. Kalau bisa kita penuhi, ya akan kita penuhi. Salah satunya itu Kubar-Mahulu. Cuma Kubar-Mahulu ini kan butuh sentuhan dari APBN ya. Maka yang penting Samarinda-Kubar dulu yang kita selesaikan,” paparnya.
Penulis: Lydia Apriliani – Editor: Intoniswan








