
Samarinda, UpdateKaltim.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui APBD-Perubahan Kaltim 2024 telah memulai tahap awal revitalisasi Stadion Utama Palaran setelah bertahun-tahun tidak mendapatkan perawatan yang memadai.
Pekerjaan yang didanai melalui APBD-Perubahan 2024 mencakup penanaman rumput lapangan, perbaikan sistem drainase, dan pemasangan lampu stadion.
“Revitalisasi stadion harus tetap berjalan meski terdapat kendala administratif, terutama terkait status kepemilikan aset antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda,” kata Penjabat (PJ) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, ketika meresmikan pekerjaan revitalisasi tahap awal yang menelan dana Rp28 miliar itu, Senin malam (10/2/2025).
“Kita memahami ada kondisi yang tidak ideal, termasuk permasalahan aset. Namun, hal itu tidak boleh menghambat proses perbaikan stadion ini. Harapan kita, stadion ini nantinya bisa menjadi home base klub-klub besar di Kaltim, seperti Borneo FC,” imbuhnya.
Akmal Malik juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan proyek stadion ini meski masa jabatannya akan berakhir pada 20 Februari 2025 mendatang.
“Harapan saya hubungan baik antara pemerintah dan pemangku kepentingan tetap terjaga untuk mewujudkan Kaltim yang lebih maju dalam bidang olahraga. Saya akan monitor terus dan mendorong agar revitalisasi stadion tidak berhenti di tengah jalan,” tegas Akmal Malik.
Dengan dimulainya revitalisasi diharapkan Stadion Utama Palaran dapat kembali menjadi pusat kegiatan olahraga di Provinsi Kaltim dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta klub sepak bola profesional di Bumi Etam.
“Harapan ke depan, stadion ini bisa menjadi venue pertandingan berskala internasional dan membawa kebanggaan bagi Kaltim,” tutupnya.
Perlu anggaran Rp110 miliar
Sedangkan Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan, penggunaan anggaran Rp28 miliar, diantaranya Rp17,8 miliar untuk pencahayaan stadion dan Rp8,3 miliar untuk rumput lapangan. Selain itu, sistem drainase bawah lapangan yang mengalami penurunan juga diperbaiki agar stadion dapat digunakan dalam kondisi optimal.
“Masa pemeliharaan rumput pada Stadion Utama Palaran ini akan berlangsung selama lima bulan, mengingat metode penanaman yang dilakukan secara berkala setiap 10 cm untuk memastikan akar tumbuh dengan baik sebelum lapangan dapat digunakan,” paparnya.
Menurut Firnanda, kebutuhan anggaran untuk perbaikan total stadion diperkirakan mencapai Rp110 miliar, termasuk renovasi tribun, lintasan atletik, dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya, seperti sarana olahraga yang terdapat di stadion utama Palaran.
“Pemerintah Provinsi Kaltim tentunya akan terus mengupayakan anggaran tambahan dalam tahun anggaran 2025 dan 2026 agar stadion kebanggaan masyarakat di Bumi Etam ini dapat digunakan kembali secara maksimal,” katanya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan








