
Samarinda.UpdateKaltim.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menggelar pendataan tahap pertama program pendidikan GratisPol.
Kegiatan ini dihadiri anggota tim Transisi Pemerintahan Rudy-Seno seperti Bohari Yusuf, Ahmad Zaini dan Herman A. Hasan ini berlangsung di Kantor Disdikbud Kaltim jalan Basuki Rahmat Samarinda, Senin (24/2).
Tak hanya itu, hadir juga perwakilan masing-masing perguruan tinggi seperti Unmul, UINSI, UMKT, Stikes Mutiara Mahakam Samarinda, Polnes, Poltekkes Kemenkes dan beberapa ketua program studi (prodi). Sementara dari pihak Disdikbud Kaltim, diwakilkan oleh kabid pembinaan SMA Muhammad Jasniansyah.
Program yang digencarkan semasa kampanye Rudy Mas’ud dan Seno Aji ini menjadi angin segar bagi ribuan mahasiswa di Benua Etam, terutama yang terkendala biaya pendidikan. Nantinya kata Bohari Yusuf, para penerima pendidikan GratisPol tahap pertama berasal dari beberapa kategori.
Pertama, akan diberikan ke semua mahasiswa pada prodi berakreditasi Unggul atau A untuk jenjang Diploma, Sarjana (S1), Profesi, serta Magister (S2). Sementara untuk program studi berakreditasi Baik Sekali atau B diperuntukkan bagi mereka di jenjang program Doktor (S3), terkhusus bagi yang memenuhi kriteria akan langsung mendapatkan pendidikan GratisPol.
“Diperkirakan jumlahnya ada sekitar 14.687 orang untuk jenjang Diploma dan Sarjana (S1). Serta, ada sebanyak 613 orang untuk prodi profesi dan S2, berdasarkan data PD Dikti per Desember 2024,” ujarnya.
Lalu pada kategori kedua, semua mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang mempunyai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) turut menjadi prioritas, tanpa mempertimbangkan akreditasi program studinya.
“Mereka di kategori ini akan mendapatkan program pendidikan GratisPol untuk semua prodi. Baik itu Diploma, S1 dan profesi tanpa mempertimbangkan akreditasi prodinya,” terangnya.
Selain itu kata Bohari, ada sekitar 10 hingga 20 persen mahasiswa pada prodi terakreditasi Baik Sekali atau B untuk jenjang Diploma, S1, Profesi, Sp-1 dan S2 yang juga akan menerima pendidikan GratisPol. Diperkirakan jumlahnya antara 5.336 – 10.672 orang untuk mahasiswa Diploma dan S1.
“Lalu, 625 orang untuk mahasiswa profesi dan S2. Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil pendataan mahasiswa dari Prodi A dan mahasiswa dengan SKTM pada tahap-1. Nanti akan dilakukan seleksi secara terbuka dan transparan melalui sistem aplikasi,” bebernya.
Untuk memastikan tahap seleksi benar-benar berjalan transparan lanjut dia, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui aplikasi Beasiswa Kaltim Sukses. Namun, karena aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan, pendaftaran tahap pertama akan dilakukan melalui aplikasi sementara yang dikelola oleh pihak penyelenggara atau pengelola.
Semua program studi yang memenuhi kriteria diwajibkan segera menyerahkan daftar nama dan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) dalam format Excel sebagai data awal penerima beasiswa. Mahasiswa baru bisa melakukan registrasi paling cepat sehari setelah data mereka dikirimkan oleh kampus.
Apabila aplikasi telah selesai dikembangkan, mahasiswa wajib melakukan pengisian data definitif agar dapat terintegrasi dengan sistem Aplikasi SAKTI. Pendaftaran tahap kedua akan dibuka bagi mahasiswa dengan SKTM serta mahasiswa dari program studi berakreditasi Baik Sekali/B. Sementara itu, tahap ketiga diperuntukkan bagi mahasiswa baru.
“Program GratisPol harus segera jalan, karena ini adalah janji politik. Sehingga kita memang sudah mulai mendata pelan-pelan. Kita data dari sekarang, kira-kira berapa jumlah seluruh mahasiswa yang memenuhi syarat. Kita mulai dari prodi yang punya akreditasi unggul atau A dan baik sekali atau B,” tegasnya.
Penulis: Lydia Apriliani – Editor: Intoniswan








