Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Kawasan permukiman yang terbakar Senin 5 Oktober 2026 di Jalan A.M. Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), sebelumnya telah dipetakan sebagai wilayah rawan kebakaran oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar.
Kepala Disdamkarmatan Kukar Fida Hurasani mengatakan, kawasan tersebut masuk dalam pemetaan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi karena kepadatan bangunan dan minimnya sumber air.
“Kawasan yang terkena musibah itu termasuk kawasan yang kami sebut Segitiga Tenggarong Aji. Dari awal memang sudah kita jaga dan kita perhatikan,” kata Fida kepada media ini di Tenggarong, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan informasi sementara dari pihak kelurahan, sekitar 60 bangunan terdampak dalam kebakaran tersebut. Bangunan yang terbakar terdiri dari rumah tinggal, kos-kosan hingga kontrakan.
“Kebakaran ini hampir menghanguskan satu RT. Sekitar 80 persen kawasan RT 33 terdampak,” ungkap Fida.
Menurutnya, kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi. Persoalan lain yang dihadapi petugas adalah keterbatasan sumber air saat proses pemadaman.
“Memang sudah kita petakan tingkat kerawanannya. Karena memang minim sumber air. Kalau terjadi sesuatu, itu menjadi kendala kita,” jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, Disdamkarmatan telah menyiapkan sejumlah fasilitas di kawasan tersebut. Di antaranya hidran kering yang berfungsi mempermudah akses pengisian air ketika terjadi kebakaran.
Selain itu, beberapa tandon air berkapasitas 5.000 liter telah ditempatkan di sejumlah titik kawasan.
“Kejadian kebakaran ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperkuat pola mitigasi, khususnya di kawasan padat penduduk yang memiliki keterbatasan sumber air,” kata Fida.
Fida menuturkan, pihaknya akan menyampaikan evaluasi tersebut kepada Bupati Kukar agar penanganan risiko kebakaran di kawasan rawan dapat ditingkatkan.
Ke depan, ia berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk menambah pola hidran di kawasan tersebut.
“Sementara proses pemadaman kebakaran berlangsung sekitar dua jam. Penanganan warga terdampak selanjutnya dilakukan bersama Dinas Sosial dan BPBD Kukar,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi sementara dalam kebakaran tersebut tidak terdapat korban jiwa tapi warga yang kehilangan tempat tinggal antara lain:
- Subaidah
- Saluki
- Tamino (purn Polri)
- Mispan( Purn Polri)
- Parmin (Purn Polri)
- Gema
- Eko pur Polri
- Rokim
- Rusdi
- Misruha
- Nurti
- Iswanto
- Budi utomo
- Alm Suwanto
- Mamak bilkis
- Rusmono
- Suparmin
- Supriadi RT33
- Madsudi
- Ardiansyah
- Iliansyah
- Parmin
- Ibu Epi
- Mama Ade
- Bapak Diva
- Roby
- Edo
- Nami (Penjual Kue Keliling)
- Abdul Munib
- Husaini
- Ibu zahran pemilik kontrakan bangsalan 5 pintu
- Budi
- Ibu Imah
- Dewi koto
- Normiati (Bidan)
- Kadariah (Bidan)
- Saluki
- Arik
- Suharto
- Bejo
- Rusmono (Kosan putri)
- Wiwid
- Ust Barul
- Alby
- Yanto
- Bapak Deni
- Bapak Omat
Saksi-saksi yang melihat pertama terkait bencana kebakaran ini, antara lain Idris, 34 Th, laki-laki, Swasta, kawin, alamat Jl. Danau Aji Gg Wakaf 2 Kec. Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara; Maptuca, , 45 Tahun, Perempuan, Swasta Kawin, Jl. Am Alimudin gg 1 no 1 kel. Melayu RT.33 Kec. Tenggaronf Kab. Kukar; Roby Sanjaya, 30 Tahun lakilaki, kawin, Swasta, alamat Jl. Am Alimudin gg1 RT 33 No. 72 Ke. Melayu Kec. Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara; Rudi Susanto, 45 Tahun, lakilaki, Swasta Jl. Am alimudin gg1 RT 32 No. 72 Ke. Melayu Kec. Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara. 081347198098
Penyebab pasti kebakaran belum diketahui, tapi menurut saks awal mula api muncul dari bagian dapur Rumah kontrakan bangsalan milik Sdr. T yang mana kontrakan tersebut dihuni oleh Sdri. N, namun pada saat perisitwa kebakran terjadi Sdri. N sedang tidak berada di rumah.
Para saksi melihat kepulan asap tebal disertai dengan api yang sudah menjulang tinggi sehingga para saksi bersama warga berusaha memadamkan, namun api sulit dikendalikan karena sudah membesar, kemudian para saksi dan warga sekitar meminta bantuan kepada BPBD Kab Kutai Kartanegara.
Pada pukul 17.20 WITA Tim Pemadam Kebakaran BPBP Kab. Kutai Kartanegara telah tiba di Lokasi kebakaran dan berupaya melakukan pemadaman api dengan mengerahkan seluruh unit dan peralatan yang tersedia, kegiatan tersebut juga dibantu oleh para relawan dari berbagai Kecamatan yang berada di Kab. Kutai Kartanegara maupun Relawan Balakarcana dari Kota Samarinda.
Api dengan cepat membesar dikarenakan cuaca panas dan disertai angin kencang, lokasi kebakaran merupakan kawasan padat rumah penduduk yang mayoritas berbahan bangunan dari kayu ,sehingga api sangat sulit dikendalikan oleh tim pemadam.
Namun setelah dilakukan upaya pemadaman selama -+ 3 Jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada sekitar pukul 20.00 WITA.
Unit pemadam yeng terlibat langsung memadamkan api yakni AWC Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara; 5 unit truk Damkar Kutai Kartanegara; 3 unit truk BPBD Kutai Kartanegara; 2 unit mobil Pickup dan 1 unit Viar Relawan Sangaji Tenggarong; 1 unit mobil Pickup Relawan Mangkuraja Loa Lemas; 1 unit mobil Pickup Relawan Revolusi Samarinda; 1 unit mobil Pickup Relawan RNY Samarinda; 1 unit mobil Pickup Relawan Cempaka Samarinda; Relawan yang berada di Kab. Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda. (*)












