
Samarinda.Updatekaltim.com – Plt Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Samarinda, Sapto Setyo Pramono, mengajak semua kader untuk tetap solid setelah keberhasilan mereka mengantarkan Rudy Mas’ud selaku Ketua DPD I Partai Golkar Kaltim, menjadi Gubernur Kaltim periode 2025-2030.
Dalam pernyataannya, Sapto menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan hasil kerja keras bersama dan harus dijaga dengan baik. Ia mengingatkan agar partai tidak tercerai-berai hanya karena kepentingan pribadi atau permintaan yang tidak berdasar.
“Jangan sampai dengan hasil jerih payah ini, partai kita tercerai-berai karena sesuatu permintaan yang tidak berdasar. Kita harus tetap bersatu dan merapikan barisan,” ujarnya belum lama ini di Sekretariat Kantor DPD II Partai Golkar Samarinda.
Sapto juga menekankan bahwa politik harus dijalankan dengan niat tulus untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan sekadar mengejar jabatan. Menurutnya, ketokohan seseorang dalam politik akan terbentuk dengan sendirinya jika dilakukan dengan niat yang baik dan ikhlas.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta seluruh anggota fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Samarinda untuk menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan budgeting dengan baik demi kepentingan masyarakat.
“Yang baik sampaikan dengan baik, yang tidak baik perlu diluruskan. Jangan sampai kita hanya mengikuti arus yang tidak baik,” tambahnya.
Setelah keberhasilan Partai Golkar dalam Pilgub Kaltim, ia juga menyampaikan bahwa langkah selanjutnya adalah menatap Pilkada Samarinda. Ia berharap ke depan, Wali Kota Samarinda juga berasal dari Partai Golkar.
“Siapapun nantinya yang berkontestasi, kalau bisa bismillah, harus dari Partai Golkar,” tegasnya.
Sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Samarinda, Sapto menyatakan bahwa tugasnya adalah menjaga soliditas partai dan mempersiapkan strategi terbaik untuk menghadapi kontestasi politik ke depan. Ia juga mengajak kader untuk aktif dalam kegiatan partai, tidak hanya hadir saat ada kepentingan politik saja.
“Kita harus meramaikan Partai Golkar ini. Jangan hanya muncul ketika ada kontestasi,” pungkasnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan








