
Samarinda.UpdateKaltim.com – Seekor sapi yang berbobot 960 kilogram bernama Adul menjadi perhatian utama dalam momen penyerahan hewan kurban dari Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto pada masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim).
Sapi berjenis limosin persilangan dengan brahman cross ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Seno Aji kepada Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Besar Ar-Rasyidin Syaiful Anwar pada Jumat (6/6) di Masjid Besar Ar-Rasyidin, Loa Bakung, Kota Samarinda.
“Ini sapi luar biasa, bobotnya 960 kilogram. Lahir dan dibesarkan oleh peternak sapi lokal Makroman, namanya Pak Prayitno. Sapi ini disiapkan sejak lahir hingga usia tiga tahun, dan sekarang diberikan sebagai hewan kurban dari Presiden untuk masyarakat Kaltim,” katanya.
Peternak Sapi Adul, Prayitno, menjelaskan bahwa sapi tersebut merupakan hasil kawin silang antara limosin dan brahman cross. Jenis ini dikenal dengan ukuran tubuh besar, otot padat, dan ketahanan fisik tinggi, cocok untuk kurban berkelas premium.
“Ini hasil perawatan tiga tahun. Saya kasih makan 50 kilogram sehari, pakannya dedak, ampas tahu, dan konsentrat. Sapi ini memang saya rawat dari kecil, dan hari ini adalah hari ulang tahun Adul,” jelasnya.
Pria berusia 70 itu mengungkapkan bahwa sapi miliknya sudah dua kali terpilih sebagai hewan kurban presiden. Kini di kandangnya tinggal dua ekor sapi sejenis yang baru berusia dua tahun dan disiapkan untuk tahun berikutnya.
“Kalau yang ini (Adul) paling besar. Saya punya lima, sudah laku tiga. Dua sisanya untuk tahun depan,” tambahnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Fahmi Himawan, menyebut bahwa sapi Adul merupakan yang paling berat sekaligus paling mahal dari total 13 ekor sapi bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden untuk wilayah Kaltim dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Harga sapi Adul mencapai Rp105 juta, dan menjadi yang paling berat dari semua yang diterima Kaltim. Sapi-sapi bantuan presiden memiliki syarat khusus, minimal berat 800 kilogram, jantan, sehat, dan bebas penyakit,” beber Fahmi.
Proses seleksi sapi pun dilakukan berlapis, yakni dimulai dari usulan kabupaten/kota, diverifikasi oleh tim provinsi, dan diseleksi akhir oleh tim dari Sekretariat Presiden RI, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Dalam Negeri.
Sapi juga wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), serta melewati pemeriksaan antemortem dan postmortem.
“Adul ini sehat, bebas penyakit seperti antraks, PMK, dan LSD. Dia telah memenuhi semua syarat sebagai hewan kurban presiden,” tambahnya.
Masjid Ar-Rasyidin Penuhi Tiga Kriteria
Penempatan sapi super ini di Masjid Besar Ar-Rasyidin juga mempertimbangkan sejumlah faktor. Menurut Fahmi, tahun ini ada tiga kriteria utama masjid penerima sapi Presiden, antara lain, belum pernah menerima Banmas, memiliki akses jalan memadai, dan berada di kawasan masyarakat prasejahtera.
“Masjid Ar-Rasyidin memenuhi semuanya. Lokasinya mudah dijangkau dan dikelilingi masyarakat yang berhak menerima. Tahun depan, jika sesuai aturan, masjid ini tidak akan menerima lagi agar bantuan merata,” tuturnya.
Acara penyerahan sapi dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Seno Aji, disaksikan warga Loa Bakung. Daging kurban dari sapi Adul nantinya dibagikan kepada masyarakat sekitar, termasuk kaum dhuafa dan umat lintas agama.
“Sapi super ini bukan hanya simbol bantuan, tapi juga perhatian dan kepedulian Presiden kepada seluruh rakyat Kaltim,” pungkas Seno Aji.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan








