
Samarinda.Updatekaltim.com – Gubernur Rudy Mas’ud merasa bahwa peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pengumpulan zakat sangatlah penting. Kontribusi mereka adalah salah satu upaya mendukung kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan sebuah daerah.
Pada tahun 2025 kata Rudy Mas’ud, kontribusi ASN di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat mencapai sekitar Rp300 juta setiap bulannya. Tentu saja, angka ini mempengaruhi jumlah zakat yang terkumpul selama 1 tahun.
“Kontribusi ASN sekitar kurang lebih Rp300 juta setiap bulannya,” ujarnya, di Masjid Raya Baitul Muttaqien, Islamic Center Samarinda, Senin pagi (31/3).
Kontribusi ASN bukan hanya sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab mereka sebagai pelayan publik. Sebagai bagian dari struktur pemerintahan, ASN memiliki peran penting dalam memberikan contoh yang baik bagi masyarakat lainnya agar mau menunaikan zakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy Mas’ud juga membeberkan betapa besarnya potensi zakat di Bumi Mulawarman yang diperkirakan mencapai sekitar Rp6 triliun. Meski demikian, dana zakat yang berhasil dihimpun Baznas di awal tahun 2025 baru mencapai Rp4,6 miliar.
“Zakat yang telah disalurkan kepada para mustahik (penerima zakat) sudah mencapai Rp4,3 miliar,” jelasnya.
Dari total dana yang dihimpun ini, kontribusi dari ASN memang menjadi salah satu yang signifikan. Setiap bulannya, kontribusi zakat yang berasal dari kalangan ASN tercatat sekitar Rp300 juta.
“Zakat adalah salah satu rukun Islam yang paling penting. Apabila dilaksanakan, maka perintah Allah ini akan berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat dan membantu pembangunan daerah,” terangnya.
Rudy Mas’ud juga menekankan pentingnya Baznas sebagai lembaga yang memiliki peran strategis dalam mengelola zakat di tingkat daerah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, masyarakat dianjurkan untuk menyalurkan zakat melalui Baznas di setiap kabupaten dan kota.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengelolaan zakat lebih optimal, transparan, dan akuntabel. Dengan demikian, masyarakat dapat merasa yakin bahwa dana zakat yang mereka salurkan digunakan secara tepat sasaran.
Ketika masyarakat yakin bahwa zakat mereka dikelola dengan baik, maka partisipasi mereka akan semakin meningkat. Harapannya, akan semakin banyak masyarakat dan ASN yang sadar dalam menunaikan kewajiban zakat
Diakhir kata, Rudy Mas’ud berharap agar zakat dapat menjadi bagian dari semangat berbagi dan kepedulian sosial. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menunaikan zakat bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk dukungan bagi kesejahteraan Kaltim secara keseluruhan.
“Jadi, zakat bukan sekedar kewajiban saja, tetapi juga wujud kepedulian dan semangat berbagi demi Kaltim yang lebih sejahtera,” tutupnya.
Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan








