Head NewsHumaniora

Aplikasi Alpha Tiles Bantu Anak Belajar Literasi Bahasa Daerah

Pelatihan penggunaan aplikasi Alpha Tiles oleh Minda Tahapary dan Sisca Y. Chandra dari Suluh Insan Lestari (SIL). (Foto BRIN/Niaga.Asia)

Jakarta.UpdateKaltim.com – Rangkaian Lokakarya “Teknologi untuk Kita Semua: Merancang Aplikasi Edukasi Inklusif dalam Bahasa Pertama Anak” ditutup dengan pelatihan penggunaan aplikasi Alpha Tiles oleh Minda Tahapary dan Sisca Y. Chandra dari Suluh Insan Lestari (SIL).

Aplikasi ini untuk membantu anak-anak belajar literasi berupa aksara dengan mengumpulkan gambar, daftar kata, huruf, serta bahasa daerah yang akan dibuat dalam aplikasi tersebut. Seperti contohnya bahasa bali, bugis, dan bahasa lainnya.

“Kami harap, Alpha Tiles dapat digunakan oleh anak-anak di daerah setempat dalam membantu belajar literasi bahasa daerah mereka,” ucap Minda Tahapary saat memberikan pelatihan sebagai rangkaian terakhir kegiatan The 2nd International Conference on Language and Literature Preservation (ICLLP), yang diselenggarakan Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra (PR PBS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Suluh Insan Lestari di Gedung Widya Graha Kampus BRIN Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (26/2).

Minda mengatakan, dalam kegiatan hari terakhir ini, peserta memproses bahan-bahan, dengan mengumpulkan gambar, rentan suara, serta suku kata dalam bahasa masing-masing. Untuk mengolah itu, ia mengenalkan aplikasi Alpha Tiles yang memiliki delapan bahasa. Aplikasi ini mempunyai sistem kerja dengan setiap bahasa akan memilih judul yang cocok ke dalam bahasa daerah masing-masing.

“Aplikasi Alpha Tiles ini memiliki kurang lebih 100 permainan seperti suku kata, permainan kata, bunyi, dan susun huruf. Nantinya semua data akan dikumpulkan kemudian divalidasi,” ujarnya.

Minda menjelaskan, dari hasil pelatihan terakhir ini, setiap peserta akan memproses lebih lanjut. Sedangkan untuk kekurangan ataupun kesalahan terkait dengan coding, akan dirapikan kemudian dicocokkan dengan sistem. Prosesnya diberikan waktu satu minggu selanjutnya. Demikian sampai validasi tercapai dan hasil akhirnya dapat diinstal di telepon selulernya.

Sementara itu, Sisca Y Chandra, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian lanjutan dari pelatihan sebelumnya. Ia berharap, kegiatan tersebut akan terus berlanjut. Hal itu didukung dengan adanya kerja sama dengan BRIN sejak 2023.

“Sebelumnya, kami berbagi ilmu tentang penggunaan aplikasi Bloom, sebuah aplikasi edukatif untuk membuat bahan bacaan dalam bahasa lokal atau bahasa daerah dengan cara yang aktif,” ucapnya.

Sumber: Humas BRIN | Editor: Intoniswan

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts