Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap mengencangkan ikat pinggang menyusul penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027, yang diproyeksikan hanya dikisaran Rp5,9 triliun hingga Rp6,1 triliun.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, proyeksi tersebut membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan perencanaan program dengan kemampuan fiskal yang tersedia. Pasalnya, kondisi keuangan daerah pada 2027 diperkirakan berbeda jauh dibandingkan asumsi awal ketika visi dan misi Kukar Idaman Terbaik disusun.
“Penurunan pendapatan ini berdampak pada kemampuan belanja kita,” ujar Aulia di Tenggarong, Jumat (6/11/2026).
Ia menyebut, salah satu komponen yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027 adalah pemenuhan kebutuhan belanja tetap, terutama belanja pegawai. Saat ini, Pemkab Kukar membutuhkan anggaran sekitar Rp2,4 triliun untuk membiayai kurang lebih 18 ribu aparatur sipil negara (ASN), baik PNS maupun PPPK.
Sementara, pengeluaran operasional seperti listrik, air, perjalanan dinas, makan dan minum, serta kebutuhan penunjang aktivitas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi komponen yang masih memungkinkan untuk disesuaikan.
Pada komponen inilah Pemkab Kukar melakukan penghematan cukup besar. Aulia menyebut, belanja operasional yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,1 triliun pada 2023 hingga 2025, kini dirasionalisasi menjadi sekitar Rp400 miliar pada 2026.
“Artinya, terjadi penghematan sekitar Rp700 miliar. Itu dari perspektif biaya operasional,” jelasnya.
Selain biaya operasional, penyesuaian juga akan berdampak terhadap belanja modal serta belanja barang dan jasa. Pemerintah daerah perlu memastikan kebutuhan minimum fiskal tetap terpenuhi sebelum mengalokasikan anggaran untuk pembangunan lainnya.
Kalau dulu persoalannya bukan mencari uang, tetapi bagaimana menghabiskannya. Sekarang persoalannya sebaliknya, bagaimana mencari uang sebanyak-banyaknya
“Pada 2023, APBD Kukar berada di kisaran Rp11 triliun. Kemudian meningkat menjadi Rp14 triliun pada 2024 dan Rp12,5 triliun pada 2025, namun, pada 2026, kemampuan keuangan daerah mengalami perubahan. APBD tahun 2026 Rp7,9 triliun dan diprediksi kembali turun pada tahun 2027 ke kisaran Rp5,9 triliun – Rp6,1 triliun. (*)













