Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meminta agar pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan mudah diakses.
Hal itu disampaikan Aulia saat menghadiri sidang paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244, Senin (28/9/2026).
“Peringatan hari jadi bukan hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi refleksi terhadap cara pemerintah melayani masyarakat,” tegas Aulia.
Ia menjelaskan, tema Hari Jadi Kota Tenggarong tahun ini, “Manunggal Bersama Raja, Raja Menjamu Rakyatnya”, memiliki makna mendalam tentang pelayanan. Keteladanan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, kata dia, menjadi pengingat bagi pemerintah untuk menempatkan masyarakat sebagai pihak yang harus dilayani.
“Makna paling dalam dari ‘Raja Menjamu Rakyatnya’ adalah makna pelayanan. Bagaimana Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memberikan keteladanan kepada kami semua, para pelayan masyarakat, pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara beserta Forkopimda, bagaimana kita harus bersikap terhadap masyarakat, terhadap rakyat,” kata Aulia.
Pria kelahiran 1985 ini menuturkan, prinsip tersebut harus tercermin dalam pelayanan pemerintahan sehari-hari. Pemerintah perlu menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mempermudah berbagai proses yang harus dilalui warga.
“Kita ini adalah pelayan masyarakat, kita ini adalah pelayan rakyat. Wajah inilah yang ingin kita persembahkan, ingin kita perlihatkan dalam memaknai Hari Jadi Tenggarong yang ke-244 ini,” imbuhnya.
Aulia berharap pelayanan publik di Kukar ke depan semakin responsif dan tidak menyulitkan masyarakat. Kehadiran pemerintah, harus dapat dirasakan melalui layanan yang memberikan kemudahan bagi warga.
“Harapan kita ke depan pelayanan pemerintahan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara itu lebih humanis lagi, lebih adaptif dengan kebutuhan masyarakat, selalu berusaha untuk mempermudah setiap proses layanan-layanan kepada masyarakat sehingga masyarakat selalu merasa bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selain pelayanan pemerintahan, Aulia mengingatkan generasi muda untuk mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Usia Tenggarong yang telah mencapai 244 tahun menjadi gambaran panjangnya perjalanan sejarah yang perlu dipahami dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
“Generasi muda harus semangat dalam membangun daerah kita tercinta Kabupaten Kutai Kartanegara. Kita tidak boleh bermalas-malasan,” tuturnya.
Ia menyebut pemuda Kukar memiliki peluang dan potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan. Keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, termasuk kebudayaan dan kegiatan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
“Potensi pemuda yang ada di Kutai Kartanegara sangatlah besar. Kita berharap pemuda-pemudi Kutai Kartanegara itu bisa membangun Kutai Kartanegara dengan semangat atau spirit sebagaimana yang selalu diteladankan oleh Ayahanda Sultan melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan maupun kegiatan-kegiatan kesultanan,” pungkasnya. (*)












