Head NewsHumaniora

Kasus ISPA di Kukar Meningkat pada Anak Usia Sekolah 

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufiddah. (UpdateKaltim.com/Zulkifli)

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami peningkatan di bulan September seiring kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufiddah, mengatakan peningkatan mulai terlihat sejak Juli 2026. Pada September, hingga 28 September tercatat 9.224 kasus ISPA.

“ISPA memang meningkat. Mulai meningkat itu sekitar bulan Juli,” ungkap Ismi di Tenggarong, Rabu (30/9/2026).

Ia menjelaskan, sebelum peningkatan terjadi, jumlah kasus ISPA pada Juni masih berada di kisaran 6.000 kasus. Angka tersebut kemudian meningkat pada Juli dan mencapai lebih dari 9.000 kasus pada Agustus serta September.

Kelompok usia anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang paling banyak tercatat mengalami ISPA. Pada September, terdapat 2.838 kasus pada kelompok usia 5-19 tahun.

Sementara kelompok usia produktif 18-59 tahun mencatat 3.432 kasus. Sedangkan kasus ISPA pada balita tercatat sebanyak 1.710 kasus.

Ismi menyebut kondisi tersebut menunjukkan anak-anak usia sekolah dan masyarakat usia produktif menjadi kelompok yang banyak terdampak. Anak-anak lebih banyak beraktivitas di lingkungan sekolah, sementara kelompok usia produktif umumnya harus keluar rumah untuk bekerja.

“Jadi kalau ditanyakan ada peningkatan, iya, memang ada peningkatan sejak kondisi karhutla,” ujarnya.

Untuk menangani peningkatan kasus, Dinkes Kukar memastikan pasien ISPA yang datang ke fasilitas kesehatan mendapatkan pengobatan sesuai prosedur tata laksana.

Selain penanganan medis, Dinkes juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker saat harus keluar.

Dinkes Kukar turut berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim melalui UPT yang berada di Kukar. Jika kondisi udara memburuk, pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap.

Untuk memantau kondisi udara, puskesmas juga melakukan pengukuran menggunakan particulate counter. Pengukuran tersebut dilakukan di dalam ruangan untuk melihat kualitas udara, termasuk kadar PM2,5 dan PM10.

Ismi menyampaikan, hasil pengukuran terakhir masih menunjukkan kadar PM2,5 dan PM10 berada di atas standar. Namun, angkanya mengalami fluktuasi setiap hari mengikuti kondisi asap.

“Kadang-kadang juga di hari tertentu dia di atas standar, tapi masih sedikit di atas standar,” pungkasnya. (*)

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts