Head NewsInfrastruktur

Hampir 9 Jam Ditutup, Jembatan Mahakam I Dibuka Kembali

Jembatan Mahakam IV  yang difungsikan dua arah tidak mampu menampung kendaraan dari arah Samarinda Seberang yang akan masuk kota Samarinda maupun sebaliknya, sehingga memaksa Kepolisian membuka kembali jembatan Mahakam I. (Foto Nur Asih Damayanti/Niaga.Asia)

Samarinda.UpdateKaltim.com – Hampir 9 jam ditutup, Jembatan Mahakam I akhirnya dibuka kembali pada Jumat (28/2) pukul 16.40 WITA. Pembukaan ini dilakukan setelah kemacetan panjang terjadi akibat pengalihan arus lalu lintas dua arah ke Jembatan Mahakam IV (Jembatan Kembar).

Penutupan jembatan sejak pukul 08.00 WITA dilakukan ketika ahli dari Kementerian PUPR memulai investigasi/penelitian/evaluasi atas konstruksi jembatan Mahakam I setelah ditabrak ponton kbermuatan ribuan kubik kayu tanggal 16 Februari lalu.

Namun, akibat tingginya volume kendaraan yang masuk ke Kota Samarinda melalui jembatan Mahakam IV, lalu lintas menjadi tersendat dan jembatan yang ditutup akhirnya dibuka kembali.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Timu,r Irhamsyah, mengatakan, keputusan untuk membuka kembali jembatan diambil setelah koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian.

“Tadi Pak Kapolres Samarinda meminta jembatan dibuka dulu karena kemacetan sudah terlalu panjang. Selain itu, kalau terlalu lama di atas jembatan, beban dinamisnya justru bisa bertambah. Jadi solusinya coba kita buka dulu,” ujarnya, Jumat sore (28/2).

Kemacetan yang terjadi akibat penutupan Jembatan Mahakam I sangat parah. Antrean kendaraan mencapai lebih dari 1 jam, bahkan dalam kondisi tidak terlalu padat pun waktu tempuh bisa mencapai 45 menit, untuk melintasi jembatan.

Jembatan Mahakam I merupakan jalur vital bagi kendaraan yang masuk ke Samarinda. Dengan volume kendaraan yang tinggi kata Irhamsyah, penutupan jembatan berdampak besar terhadap arus lalu lintas.

“Begitu vitalnya Jembatan Mahakam I untuk akses masuk ke dalam Kota Samarinda. Berarti kan kita tahu jumlah kendaraan masuk ke Kota Samarinda ini cukup banyak ya, padat banget,” jelasnya.

Skenario baru

Meski saat ini telah dibuka kembali lanjutnya, investigasi total terhadap kondisi Jembatan Mahakam I dijadwalkan pada tanggal 3-4 Maret 2025. Untuk mengurangi kemacetan, Dishub berencana mengalihkan sebagian arus kendaraan ke Jembatan Mahulu dan Jembatan Mahkota (Achmad Amins).

“Rencananya tanggal segitu kita tutup lagi. Nanti alur lalu lintas akan kita atur kembali agar tidak terjadi kemacetan parah,” terang Irhamsyah.

Dihubungi terpisah, Kasat Lantas Polresta Samarinda, La Ode Prasetyo, mengatakan bahwa kepadatan terjadi baik dari arah luar Kota Samarinda menuju jembatan maupun dari atas jembatan ke Bundaran Taman PLN hingga ke Jalan Slamet Riyadi.

“Dibukanya kembali Jembatan Mahakam I terkait dengan evaluasi hasil rekayasa lalu lintas. Dari arah luar Kota Samarinda menuju jembatan terjadi kepadatan dan antrean yang sangat panjang,” paparnya.

“Begitu juga dari atas jembatan ke Bundaran Taman PLN hingga masuk ke Jalan Slamet Riyadi terjadi antrean panjang sampai ke atas jembatan,” tambahnya.

Berdasarkan hasil evaluasi kepolisian, waktu tundaan akibat rekayasa lalu lintas tersebut mencapai 1 jam. Oleh karena itu, diputuskan untuk membuka kembali jembatan agar arus kendaraan kembali lancar.

Meski saat ini telah dibuka kembali, Jembatan Mahakam I dipastikan akan kembali ditutup pada 3-4 Maret 2025 untuk audit keselamatan jembatan. La Ode menyebut bahwa penutupan sejak 28 Februari 2025 dianggap terlalu cepat.

Mengapa demikian, sebab hasil evaluasi menunjukkan lalu lintas di atas jembatan masih aman dalam 12 hari terakhir sejak insiden tabrakan dengan tongkang kayu.

Namun, untuk penutupan selanjutnya beber La Ode, kepolisian dan instansi terkait akan menyiapkan rekayasa lalu lintas baru agar tidak terjadi kemacetan seperti sebelumnya.

“Ini menjadi bahan evaluasi kita pada saat penutupan tanggal 3 dan 4 nanti. Kita harus menyiapkan alternatif rekayasa lalu lintas yang lebih efektif karena untuk rekayasa hari ini sangat sulit dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, hingga akhir pekan ini (1-2 Maret 2025), lalu lintas di Jembatan Mahakam I masih akan berjalan normal. Rekayasa lalu lintas selanjutnya akan dibahas dalam rapat bersama stakeholder terkait sebelum dilakukan penutupan kembali.

“Untuk hari Sabtu dan Minggu, sementara masih normal sampai nanti ada rapat khusus bersama stakeholder terkait,” tutupnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts