EkuinHead News

Distanak Kukar Gerak Cepat Tangani Dampak Kekeringan pada Lahan Pertanian

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tampak hamparan sawah di Kukar yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang. (UpdateKaltim.com/Zulkifli)

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan pompa air dan dukungan operasional untuk membantu petani yang terdampak kekeringan.

Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani, mengatakan penanganan difokuskan pada lahan dengan tanaman padi yang masih berada pada usia rentan terhadap kekurangan air.

“Padi yang sudah berumur sekitar 80 hari setelah tanam relatif aman. Yang paling rawan adalah tanaman yang usianya masih di bawah itu,” kata Rifani saat ditemui di ruangannya di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Rabu (23/9/2026).

Ia menyampaikan, sebagian besar tanaman yang terdampak merupakan padi yang ditanam pada Juli. Sementara tanaman yang ditanam pada Mei dan Juni relatif masih mampu bertahan hingga panen, meski hasilnya diperkirakan tidak maksimal.

Untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian, pompa disalurkan ke sejumlah wilayah. Seperti di Desa Semangkok dan Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu.

“Nah, untuk mendukung oenggunaan pompa itu, BPBD memberikan dukungan satu ton solar,” bebernya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Moh. Rifani. (UpdateKaltim.com/Zulkifli)

Selain itu, penanganan turut dilakukan juga pada tanaman hortikultura. Seperti di Desa Purwajaya, sekitar 10-15 hektare lahan mengalami kekurangan air.

“BPBD mengerahkan mobil tangki untuk mengambil air dari sungai dan mengisinya ke tempat penampungan,” tuturnya.

Ihwal kondisi kekeringan tersebut, diperkirakan berdampak terhadap hasil produksi. Rifani mengatakan Distanak belum menghitung persentase penurunannya secara keseluruhan.

“Kalau produksi turun, pasti ada dampaknya. Misalnya yang biasanya menghasilkan dua sampai tiga ton, bisa menjadi sekitar 2,5 ton. Tapi yang penting petani masih bisa panen,” ucapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Kalimantan Timur periode paruh pertama September 2026, luas lahan pertanian terdampak kekeringan di Kukar mencapai 1.415,10 hektare.

Dari jumlah tersebut, 192 hektare masuk kategori ringan, 723,25 hektare kategori sedang, 330,80 hektare kategori berat, dan 169,05 hektare mengalami puso.

Luas lahan terdampak pada seluruh kategori tersebut meningkat dibanding periode sebelumnya. Data tersebut menempatkan Kukar sebagai daerah dengan luas lahan pertanian terdampak kekeringan terbesar di Kalimantan Timur. (*)

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts