Head NewsHumaniora

Dinsos dan BPBD Kukar Buka Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Tenggarong

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tampak dapur umur yang disediakan Pemkab Kukar untuk korban kebakaran di RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kukar), Selasa (6/10/2026).(foto by Prokom Kukar)

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Ratusan warga terdampak kebakaran di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, bakal mendapat bantuan kebutuhan dasar dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar berkolaborasi membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan korban.

Kepala Dinsos Kukar Rinda Desianti mengatakan, dapur umum mulai disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan dasar warga setelah kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan di kawasan tersebut.

“Data yang disampaikan tadi malam dengan hari ini berbeda. Hari ini sekitar 151 jiwa atau 50 kepala keluarga. Karena itu kami membuat dapur umum untuk beberapa hari ke depan,” kata Rinda, Selasa (6/10/2026).

Kebutuhan makanan warga untuk sarapan telah dibantu Baznas. Sementara makan siang dan malam disiapkan melalui kolaborasi Dinsos dan BPBD Kukar.

Dinsos menyiapkan sekitar 10 personel yang terdiri dari staf dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Jumlah tersebut dapat ditambah apabila diperlukan, mengingat dapur umum melayani kebutuhan makan hingga tiga kali sehari.

Rinda menyebut bantuan pascakebakaran tidak hanya berupa makanan. Dinsos juga menyiapkan bantuan sembako serta bantuan khusus berdasarkan kondisi korban.

“Kami membutuhkan data yang lebih detail terkait kriteria korban. Misalnya usia, kalau anak sekolah bisa kita bantu seragam atau sepatu. Untuk lansia juga ada bantuan yang disesuaikan,” jelasnya.

Ia menuturkan, data rinci diperlukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Untuk kebutuhan bantuan seperti seragam sekolah, Dinsos Kukar akan berkoordinasi dengan Dinsos Provinsi Kalimantan Timur apabila stok di daerah tidak mencukupi.

“Kami akan meminta bantuan agar kebutuhan tersebut bisa didukung dari provinsi. Selama ini, kalau stok bantuan di daerah kami kurang, biasanya kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi untuk mendapatkan tambahan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji mengatakan dapur umum merupakan bentuk kolaborasi pemerintah daerah bersama Dinsos, kecamatan dan kelurahan untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi.

“Penanganan kebutuhan dasar masyarakat supaya bisa terpenuhi. Kita usahakan bisa dua hari untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan,” ujarnya.

BPBD Kukar menyiapkan bahan pokok berupa beras, sarden, susu, gula, mi instan dan kebutuhan lainnya untuk diolah menjadi makanan siap saji.

Dapur umum ditargetkan menyediakan sekitar 200 porsi makanan per hari dengan pembagian tiga kali makan. Namun, layanan pada hari pertama dimulai dari makan siang karena sarapan telah disiapkan Baznas.

“Jadi kita menyediakan bahan pokok seperti beras, sarden, susu, gula, Indomie dan sebagainya. Tapi nanti kita wujudkan dalam bentuk makanan yang siap saji,” sebutnya.

Setianto menegaskan makanan diprioritaskan bagi warga yang terdampak langsung. Pendataan dan pembagian makanan dilakukan dengan berkoordinasi bersama lurah dan camat setempat.

“Kami dahulukan masyarakat yang terdampak. Nanti kami koordinasi dengan kelurahan dan kecamatan,” tegasnya.

Untuk operasional dapur umum, BPBD mengerahkan enam personel sebagai tenaga memasak. Logistik yang digunakan berasal dari persediaan di gudang BPBD Kukar.

Durasi operasional sementara ditetapkan selama dua hari. Namun, layanan dapat diperpanjang apabila warga masih membutuhkan bantuan berdasarkan perkembangan di lapangan dan koordinasi dengan camat serta lurah.

“Kalau masih dibutuhkan, kami akan melanjutkan layanan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan hasil koordinasi bersama camat serta lurah,” pungkasnya. (*)

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts