Head NewsHumaniora

DLHK Kukar Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro. (UpdateKaltim.com/Zulkifli)

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui program Osama Adem.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengatakan, inovasi tersebut memanfaatkan sampah anorganik, khususnya plastik, sebagai bahan baku BBM. Dari proses pengolahan, sekitar 1 kilogram sampah plastik dapat menghasilkan hingga 1 liter BBM.

“DLHK Kabupaten Kutai Kartanegara tahun ini mempunyai inovasi yang kami beri judul Osama Adem, yaitu mengolah sampah menjadi energi atau BBM,” ungkap Tri Joko kepada UpdateKaltim.com di Tenggarong, Rabu (30/9/2026).

Pengolahan sampah tersebut mulai diterapkan di sejumlah lokasi, termasuk TPS 3R dan beberapa tempat pengelolaan sampah di Kukar. Prosesnya menggunakan mesin pirolisis yang dapat menghasilkan bahan bakar dengan karakteristik menyerupai pertalite maupun solar.

Sebagian hasil pengolahan bahkan telah dimanfaatkan oleh nelayan dengan harga sekitar Rp10 ribu per liter. Joko menyebut, produk tersebut dapat menjadi alternatif ketika masyarakat kesulitan memperoleh solar.

“Ini bisa menjadi bahan bakar alternatif yang kurang lebih setara solar, terutama ketika kebutuhan solar sulit diperoleh,” katanya.

Kebutuhan bahan bakar juga mendorong kelompok tani di salah satu kecamatan di Kukar untuk memanfaatkan sampah sebagai bahan baku energi. Kelompok tersebut mengalami kesulitan mendapatkan solar untuk kebutuhan operasional sehingga muncul gagasan memproduksi bahan bakar secara mandiri.

“Karena kebutuhan solar sulit, mereka punya keinginan membuat solar sendiri dari sampah. Kami memberikan edukasi terkait hal tersebut,” tuturnya.

Untuk itu, DLHK Kukar memberikan edukasi kepada kelompok tani tersebut mengenai pengolahan sampah menjadi bahan bakar. Rencana tersebut masih membutuhkan sejumlah persiapan teknis sebelum dapat direalisasikan.

“Ini salah satu solusi. Kondisi BBM, khususnya solar, yang masih agak sulit, teman-teman petani dan nelayan juga sangat memerlukan itu,” tuturnya. (*)

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts