Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menawarkan sejumlah potensi daerah untuk mendukung transformasi ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) menuju 2045. Potensi tersebut meliputi hilirisasi rumput laut, pasir kuarsa, serta pengembangan industri hijau dan pengolahan hasil perikanan.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kukar, Antoni Kusbiantoro, usai menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Rencana Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur 2045 di Ruang Ruhui Rahayu, Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (20/10/2026).
Dikatakan Antoni, Pemkab Kukar menyambut baik dan mendukung penyusunan rencana transformasi ekonomi tersebut. Terlebih, Kukar telah memiliki sejumlah kajian sebagai dasar pengembangan ekonomi daerah, termasuk yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Selain itu, Pemkab Kukar melakukan studi awal terkait Kawasan Ekonomi Khusus Ketahanan Negara serta kajian pembagian kawasan berdasarkan zona utara, selatan, dan timur untuk mendukung arah transformasi ekonomi.
“Misalnya, di zona timur terdapat kawasan industri hijau, di antaranya kawasan Muara Badak. Salah satu yang kita tawarkan adalah hilirisasi rumput laut. Selain itu, ada pasir kuarsa,” terang Antoni.
Sementara itu, zona utara diarahkan untuk pengembangan sektor pangan dan pariwisata. Salah satu potensi yang telah berjalan terdapat di Kecamatan Kota Bangun, yakni industri pengolahan ikan asin yang produknya sudah menembus pasar ekspor.
Antoni menilai, berbagai potensi tersebut dapat menjadi alternatif pengembangan ekonomi yang ditawarkan Kukar kepada pemerintah provinsi. Sinergi antardaerah diperlukan agar potensi yang tersedia dapat dikembangkan secara optimal dalam kerangka transformasi ekonomi Kaltim.
“Kukar memberikan alternatif lokasi kepada provinsi untuk dilakukan sinergi terkait dengan transformasi ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan, provinsi ini memiliki ketersediaan bahan baku yang dapat menjadi modal utama untuk mengembangkan hilirisasi industri.
Bahan baku tersebut antara lain berasal dari sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan batu bara, pertanian, dan peternakan. Pengolahan lebih lanjut di dalam daerah diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi Kaltim.
“Raw material-nya sudah ada semuanya, sawit, kemudian batu bara, dan lain sebagainya. Itu bisa dihilirisasi,” kata Seno Aji.
Disebutkan Seno Aji, sejumlah industri telah mulai dikembangkan, termasuk pabrik metanol yang sedang dalam proses pembangunan, pabrik semen, serta industri minyak goreng.
Untuk itu, transformasi ekonomi diarahkan untuk memperkuat kontribusi berbagai sektor produktif sehingga pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kegiatan ekonomi ekstraktif.
“Hilirisasi bukan berarti menghentikan sektor pertambangan, melainkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tambahan yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan dari sektor tersebut,” tegasnya.
Apalagi, kondisi fiskal daerah yang semakin berat akibat penurunan dana transfer ke daerah. Karena itu, pengembangan industri hilir dan sektor produktif lainnya dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi Kaltim.
“Kita tidak juga melepaskan, ini sebagai tambahan, karena kondisi fiskal kita sangat berat. Kita punya komposisi fiskal yang turun hampir Rp10 triliun akibat adanya DBH dan transfer ke daerah yang belum diberikan oleh pemerintah pusat atau dikurangi,” imbuhnya. (*)












