Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah melakukan perbaikan turap yang mengalami kerusakan akibat pengikisan tanah di sejumlah titik. Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanganan berada di Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kukar, Awang Agus Sahbani, mengatakan kerusakan turap terjadi akibat pergerakan tanah yang dipengaruhi kondisi alam, terutama saat debit air sungai surut dan tanah mengalami kekeringan.
“Ketika air surut, tanah di pinggir sungai mengalami pengikisan sehingga terjadi pergerakan tanah. Kondisi ini terjadi di beberapa titik, termasuk Margasari dan Bayan,” ujar Awang di Loa Kulu, Selasa (13/10/2026).
Awang menjelaskan, turap yang menggunakan material Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) turut terdampak akibat pengikisan pada bagian bawah struktur. Kondisi tersebut menyebabkan abrasi yang berisiko memengaruhi kekuatan turap.
Kasus serupa juga ditemukan di kawasan Muara Muntai. Meski demikian, kondisi bagian bawah turap belum diketahui secara pasti. Awang menyebut, kerusakan di lokasi tersebut memiliki kemiripan dengan kejadian di Margasari.
“Kami tidak mengetahui secara pasti kondisi di bawahnya. Namun, jika bercermin dari kejadian di Margasari dan hasil penelitian, CCSP di bagian atas mengalami dampak akibat gerusan di bawahnya sehingga terjadi abrasi,” jelasnya.
Saat ini, PUPR Kukar memprioritaskan perbaikan pada titik yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi. Sementara itu, kerusakan turap di kawasan Kartini belum ditangani karena tingkat risikonya dinilai masih lebih rendah dibandingkan lokasi lainnya.
Awang menegaskan, perbaikan turap di depan Telkomsel, Margasari ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Proses pengerjaan masih berlangsung dan dapat dipantau langsung di lapangan.
“Insyaallah, perbaikannya selesai dalam bulan ini. Kami fokus terlebih dahulu pada titik yang berisiko, yakni di depan Telkomsel,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tanah yang mengering turut memengaruhi kestabilan struktur tanah di sekitar sungai. Tanah yang sebelumnya padat kini mengalami retakan sehingga kekuatannya berkurang dan lebih rentan mengalami pergeseran.
“Ketika air dalam kondisi normal, tidak ada masalah. Namun, sekarang tekstur tanah terlihat pecah-pecah sehingga menjadi gembur. Sebelumnya, tanah dalam kondisi padat dan tidak mengalami masalah,” ungkapnya.
PUPR Kukar berharap perbaikan yang sedang dilakukan dapat mengatasi kerusakan sekaligus mengurangi risiko pergerakan tanah yang berdampak pada turap. Awang juga memastikan kontraktor tetap bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan perbaikan tersebut.
“Yang jelas, pihak kontraktor juga tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan perbaikan,” pungkasnya. (*)












