Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memilih memutar dividen yang diterima dari Bankaltimtara untuk membiayai Kredit Kukar Idaman Terbaik. Dana tersebut akan digulirkan kembali kepada masyarakat melalui skema pembiayaan usaha dengan plafon hingga Rp500 juta.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, dividen tersebut telah dicadangkan untuk mendukung pembiayaan program yang menyasar petani, peternak, nelayan hingga pelaku UMKM.
“Pembiayaan yang kita gunakan adalah nanti sama seperti Kredit Kukar Idaman, kita menggunakan dividen kita di Bankaltimtara,” kata Aulia di Tenggarong, Jumat (25/9/2026).
Aulia menjelaskan, mekanisme pembiayaan tersebut dirancang dengan pola dana bergulir. Artinya, dana yang telah disiapkan tidak berhenti pada penyaluran awal, tetapi akan kembali digunakan untuk pembiayaan berikutnya.
“Kita sudah mencadangkan dividen kita yang ada sekarang untuk program ini dan begitupun selanjutnya dana ini akan terus bergulir,” jelasnya.
Ia menyebutkan, besaran pagu program bersifat dinamis. Semakin banyak dana yang dapat berputar melalui pembiayaan, semakin luas pula cakupan masyarakat yang dapat mengakses program tersebut. Dalam hal ini, Pemkab Kukar menyiapkan plafon pembiayaan maksimal Rp500 juta.
Program ini ditargetkan diluncurkan pada Oktober 2026. Pemkab Kukar masih mematangkan mekanisme bersama Bankaltimtara sebelum program dapat diakses masyarakat.
“Tadi info dari BPD itu insya Allah sudah siap untuk kita launchingkan dan kemungkinan kita akan matangkan lagi. Mudah-mudahan bulan depan itu sudah bisa kita launching untuk Kredit Kukar Idaman Terbaik ini,” beber Aulia.
Selain persoalan sumber dana, mekanisme penyaluran juga menjadi bagian yang dimatangkan. Bankaltimtara masih melakukan koordinasi terkait biaya provisi, biaya administrasi, subsidi bunga dan lembaga penjamin pinjaman.
Aulia menambahkan, sasaran utama program tersebut adalah masyarakat yang menjalankan usaha di sektor pertanian, peternakan, perikanan dan pelaku UMKM.
“Dan mudah-mudahan setelah launching ini bisa diakses seluas-luasnya oleh seluruh profesi di tempat kita, baik itu petani, peternak, nelayan maupun UMKM, sehingga ini bisa meningkatkan, baik itu dari segi kualitas maupun kapasitas produksi teman-teman pelaku usaha kita,” pungkasnya. (*)












