Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat pendampingan petani melalui tenaga penyuluh pertanian yang ditempatkan di berbagai wilayah.
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifani mengatakan, saat ini terdapat sekitar 100 hingga 150 penyuluh pertanian yang bekerja berdasarkan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP).
“Kalau penyuluh sekitar 100 sampai 150 orang, tergantung WKPP. Hampir di semua desa pasti ada penyuluh,” kata Rifani saat disambangi di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Rabu (23/9/2026).
Ia menyebut, penyuluh memiliki wilayah kerja masing-masing sehingga pendampingan dapat dilakukan sesuai dengan kondisi pertanian setempat. Mereka tidak hanya memberikan pembinaan, tetapi turut mendampingi petani dalam menjalankan proses pertanian di lapangan.
Pendampingan tersebut mencakup seluruh tahapan kegiatan pertanian, mulai dari persiapan sebelum tanam hingga masa panen. Dengan berada di wilayah kerja masing-masing, penyuluh diharapkan memahami persoalan dan kebutuhan petani secara langsung.
“Dari awal sampai selesai mereka benar-benar mengetahui proses di lapangan,” ujar Rifani.
Rifani menjelaskan, tenaga penyuluh di Kukar saat ini terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Selain itu, Distanak juga melibatkan penyuluh swadaya untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendamping di lapangan.
“Penyuluh swadaya ini untuk menutupi kekurangan-kekurangan penyuluh kita,” jelasnya.
Sementara itu, mekanisme pengangkatan penyuluh telah mengalami perubahan. Penyuluh yang sebelumnya berada di bawah kementerian sempat dialihkan ke pemerintah kabupaten, sebelum kembali diarahkan menjadi pegawai pemerintah pusat.
Kendati demikian, pemerintah kabupaten tetap memiliki peran dalam penilaian karena penyuluh menjalankan tugas di daerah. Porsi penilaian dari pemerintah kabupaten mencapai 20 persen.
Untuk itu, Distanak Kukar rutin memberikan pelatihan bagi para penyuluh sebagai implementasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian
“Programnya adalah peningkatan kapasitas. Peningkatan kapasitas ini tidak hanya untuk penyuluh, tetapi juga untuk petani,” pungkasnya. (*)












