24.6 C
Samarinda
Selasa, Mei 17, 2022

Terlalu Curam, Tanjakan Gunung Manggah Kerap Terjadi Insiden

SAMARINDA – Tanjakan di Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Sidodamai kerap terjadi insiden. Tanjakan yang dikenal sebagai Gunung Manggah itu memang cukup curam. Rerata insiden yang terjadi pun dari kendaraan besar yang kelebihan muatan.

Terkini, Insiden yang terjadi Kamis (12/5/2022) siang. Juga akibat truk yang membawa muatan berlebih. Lapisan plat baja yang diangkut berhamburan di jalan. Beruntung dari kejadian itu tidak ada korban.

Dari keterangan warga sekitar, kejadian sekitar pukul 11.00 wita itu sempat membuat geger. Pasalnya suara dari plat baja yang terjatuh menimbulkan suara cukup keras.
“Sepertinya memang karena muatan berlebih. Suaranya sempat membuat banyak warga sekitar sini kaget,” ucap salah seorang warga, Misbah.

Plat baja yang terhambur tepat di tanjakan pun cukup banyak. Terbagi dalam dua bagian dengan tumpukan yang berbeda. Kemacetan pun tidak bisa dihindari saat proses evakuasi plat baja tersebut. Karena buka tutup jalan harus dilakukan.

Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Hari Prabowo mengatakan, memang harus diakui insiden kerap terjadi di Gunung Manggah. Apalagi kendaraan yang berlebih muatan pasti akan kesusahan saat menanjak dan akhirnya terjadi insiden.
“Kejadian itu karena muatan berlebih. Sehingga membuat plat baja yang dibawa terjatuh,” ucap Hari.

Kejadian tersebut juga akibat tidak ada komunikasi dari pemilik truk terhadap Dishub Samarinda. Sebab Dishub selama ini mewajibkan kendaraan dengan muatan berat harus berkomunikasi jika melintas kawasan tersebut. “Karena sudah cukup sering terjadi insiden selama ini. Baik kecelakaan tunggal maupun kecelakaan ganda,” tuturnya.

Dalam tiga tahun terakhir ini saja, sudah sekitar 4 kali insiden terjadi. Pada 2019 terjadi tabrakan beruntun dan merusak tiang telkom. Kemudian di awal 2020 kejadian di kawasan itu bahkan merenggut 4 nyawa. Saat pertengahan tahun, truk yang tak kuat menanjak harus turun menabrak rumah warga. Pada 2021, sebuah truk juga mengalami insiden karena rem blong.

Dishub menerapkan izin bagi kendaraan berat yang melintas kawasan itu. Lantaran pihaknya juga tidak memiliki kemampuan untuk menjaga kawasan itu tiap saat. Sehingga koordinasi dari pihak angkutan. “Sementara ini kami harap ada koordinasi terlebih dahulu saat melintas kawasan itu. Jadi setidaknya ada tindakan yang kami ambil,” jelasnya.

Selain itu, Dishub juga akan mengambil langkah sosialisasi. Khususnya kepada pihak jasa angkutan agar bisa memberikan edukasi dan pemahaman. Para pengusaha juga diminta untuk tidak memaksakan muatan berlebih jika melintas Gunung Manggah. “Setelah itu sosialisasi berjalan baru nantinya bisa diambil tindakan jika kembali ada pelanggaran,” tandasnya. (bct)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular