24.4 C
Samarinda
Senin, November 28, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tanggapi Persoalan UMP, Muhammad Samsun Minta Pemprov Akomodir Buruh dan Pengusaha di Kaltim 

UPDATEKALTIM.COM, SAMARINDA-Persoalan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim 2023 saat ini yang di duga belum adanya pengesahan secara resmi oleh Pemprov Kaltim menyita banyak perhatian dari berbagai kalangan, Salah satunya dari Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun.

Menurut Samsun, persoalan UMP ini akan panjang, karena mesti mengakomodir kepentingan-kepentingan buruh dan juga pengusaha di Kaltim, Sabtu (19/11/2022)

“karena secara makro ekonomi penentuan upah ini mesti memperhatikan faktor inflasi ke depannya serta kondisi ekonomu yang riil,” Jelas Samsun dalam wawancaranya

Melihat hal itu, Samsun menjelaskan bahwa kepentingan buruh maupun pengusaha di kaltim. akan tetapi Dewan pada bagian pengupahan memiliki hak dalam penentuan besarakan kenaikan UMP pada tahun 2023 mendatang.

“karena mereka pasti punya pertimbangan yang sangat matang sebelum nantinya disahkan oleh pemerintah provinsi,” Ucap Samsun kepada UpdateKaltim.Com

Sebelumnya, UMP Kaltim 2023 telah disepakati oleh Dewan Pengupahan dengan jumlah kenaikan 4,55 persen atau sekitar Rp 137 ribuan. Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPP Apindo Kaltim, Slamet Brotosiswoyo.

“Pada minggu lalu berdasarkan PP No 36 tahun 2021, UMP 2023 naik sebesar 4,55 persen atau menjadi Rp 3.151.755,09,” Ujarnya

(adv/riz/dprdkaltim)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular