24.6 C
Samarinda
Selasa, Mei 17, 2022

Sosper Ketahanan Keluarga, Rusman: Butuh Sinergitas Pemda & Masyarakat

SAMARINDA – Sosialisasi peraturan daerah (perda) nomor 2 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga oleh anggota DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub, mendapatkan respon positif oleh warga Samarinda.

Kegiatan sosialisasi perda (sosper) itu digelar di halaman SMA Negeri 13, Sungai Pinang, Samarinda, Senin (10/4/2022).

Meskipun perda ini terbilang baru, namun diharapkan mampu memberikan jawaban terhadap kondisi masyarakat yang menghadapi masalah yang ada dalam lingkup keluarga dan rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Rusman Ya’qub menjelaskan kepada warga yang hadir, pentingnya semua elemen masyarakat memperhatikan kondisi lingkungannya, khususnya dilingkup keluarga kecilnya. Karena dimulai dari keluarga ini lah tujuan dan arah kesejahteraan keluarga akan ditentukan.

“Karena jika dalam lingkup keluarga kita itu baik, harmonis maka diyakini akan mampu mewujudkan masyarakat yang baik dan sejahtera,” ujar Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Menurut Rusman, dibutuhkan sinergitas antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan ketahanan keluarga guna membantu mewujudkan pembangunan daerah kearah yang lebih baik.

“Kami juga mengutamakan agar perda ini dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat dan juga siswa siswi sekolah agar kelak mereka menghadapi kehidupan rumah tangga sehingga mampu mengatasi problematika dalam mengarungi rumah tangga,” tukasnya.

Sementara itu dalam sisi tinjauan akademis, hadir pula praktisi dan akedemisi dari Universitas Mulawarman, Wahdatun Najidah menyampaikan perihal pentingnya perda ini sebagai alat dukung terwujudnya kehidupan yang lebih baik ditengah masyarakat, khususnya di Kota Samarinda.

Najidah menjelaskan ketahanan keluarga adalah kondisi dinamis suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan, mengandung kemampuan fisik materil dan psikis mental spritual untuk hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteran lahir dan batin.

“Jadi memang dibutuhkan kehidupan keluarga yang harmonis. Memiliki kemampuan psikis dan mental spritual yang baik aga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Sehingga tujuannya adalah terciptanya masyarakat yang Baldatun Thoyyibatun Warabbun Ghofuur,” terang Dosen di Fakultas Hukum Unmul ini. (Adv)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular