24.6 C
Samarinda
Selasa, Mei 17, 2022

Misi Samarinda Bebas BBM Eceran

SAMARINDA – Sebagai ibu kota Kaltim, Samarinda tampaknya ingin merapikan beberapa hal. Salah satunya keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran. Saat ini penjualan melalui Pertamini dan botolan sudah dianggap ilegal.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun memastikan, distribusi BBM eceran itu bisa mengancam keselamatan masyarakat. Pemkot Samarinda menyiapkan langkah penertiban Pertamini dan BBM eceran di warung kelontong.
“Itu ilegal dan tidak memenuhi syarat keselamatan dan keamanan. Karena bisa memicu kebakaran,” ujar Andi Harun.

Ia menambahkan, nantinya penindakan akan lebih dulu menyasar penjualan BBM ecer yang menggunakan mesin. Terlebih sudah ada pernyataan dari pihak PT Pertamina yang menegaskan barang tersebut ilegal.
“Karena keberadaan mesin itu (Pertamini, red) tidak memiliki rekomendasi dari Pertamina. Sebab sudah ada bukti yang jelas,” bebernya.

Selebihnya ia mengimbau masyarakat yang ingin mendapatkan BBM dapat langsung pergi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada. Lantaran harganya lebih murah dan ukurannya tepat. “Kami sudah rapat dengan PT Pertamina dan dipastikan jika mesin BBM eceran itu bukan unit bisnis Pertamina,” tuturnya.

Sehingga praktik usaha tersebut bisa dikatakan ilegal. Bahkan menurut orang nomor satu di Samarinda itu bentuknya adalah variasi dari cara pengetapan BBM. Makanya Pemkot Samarinda akan mengambil langkah tegas ke depannya.

“Kami akan koordinasi dulu dengan pihak kepolisian dan Dinas Penanaman Modal. Serta memastikan apakah nanti akan penertiban sudah sesuai prosedur atau tidak,” sebutnya.

Menguatkan itu, Asisten III Pemkot Samarinda, Ali Fitri Noor, menjelaskan rencana terkait kebijakan penghapusan BBM eceran dilakukan dengan meninjau kajian hukum, unsur ketertiban, serta sisi perizinan dan perdagangannya. Sebab ada aturan dari pusat yang menjelaskan itu ilegal. “Makanya kami akan mengambil langkah-langkah untuk menjadi landasan sebelum menindak,” kata Ali Fitri, singkat. (bct)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular