24.6 C
Samarinda
Selasa, Mei 17, 2022

Hati-Hati Investor Bodong di KEK Maloy

SAMARINDA – Komisi II DPRD Kaltim meminta jangan ada investor bodong di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kutim. Hal ini berkaca pada kejadian sebelumnya dimana dua investor mendadak angkat kaki. Otomatis tinggal menyisakan Perusda MBS sebagai pemilik saham utama.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Sapto Setyo Pramono mengutarakan kekhawatiran itu, pasca ditinggal dua perusahaan. Yakni PT Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) dan PT Trans Kalimantan Economic Zone (TKEZ). Namun tidak butuh waktu lama, Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) milik Pemprov Kaltim berhasil menarik minat tiga investor.

Tentu saja keseriusan ketiganya mengelola KEK dipertanyakan. Sapto mengingatkan jangan sampai Pemprov Kaltim hanya mendapat janji manis. “Sudah banyak contoh yang katanya serius tapi nyatanya tidak,” katanya.

Ada beberapa hal yang ia soroti. Seperti kemampuan keuangan investor. Jangan sampai investor yang masuk justru dengan tangan atau modal kosong. Kemudian bidang yang hendak dikelola juga harus jelas. Lalu jangka waktu untuk berinvestasi. Setelah itu, baru bicara hal-hal teknis seperti penerapan sanksi apabila melanggar komitmen.

Pemprov dalam hal ini MBS juga harus melacak track record tiga investor tadi. Jangan sampai pula ada perusahaan bermasalah yang justru berinvestasi di Maloy. Nah, syarat-syarat utama tadi harus terpenuhi di awal pembicaraan.

“Intinya punya duit, serius mau berusaha, bidangnya apa, hulu dan hilirnya harus jelas, lalu produknya dan marketnya gimana, kemudian demand dan supply jelas. Jangan ngibuli yang akhirnya jadi investasi bodong,” singgung Politisi Golkar ini.

Sebagai pemantik di awal, Sapto sarankan pemprov bisa memberikan kemudahan berupa kompensasi kepada calon investor. Seperti keringanan atau penundaan pembayaran pajak sampai jangka waktu tertentu.

Nanti akan ditagih jika produksi sudah berjalan. Cara itu diharapkan bisa membuat calon investor tadi tertarik. “Investasi KEK Maloy itu besar. Jangan sampai di-PHP investor lagi. Kalau hanya omongan saja tidak ada komitmen ya sulit,” pungkasnya.

Diketahui, Pemprov Kaltim tetap optimistis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta akan memiliki investor. Masih ada waktu hingga 22 Mei untuk menggaet investor. Jika lewat tanggal itu, maka status KEK otomatis dicabut. Awalnya, PT MBS, PT BCIP dan TKEZ membentuk konsorsium di bawah payung perusahaan PT Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). MBS hadir sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 66 persen.

Namun setelah TKEZ dan BCIP angkat kaki, saham dialihkan semua kepada PT MBS. Sehingga PT MBS menjadi pemegang saham tunggal di KEK Maloy Batuta.
Spesifikasi bisnis di KEK, sesuai Permenko 15/2017 tentang bidang usaha KEK di antaranya: pembangunan dan pengelolaan kawasan, industri, pengolahan kelapa sawit, industri pengolahan kayu, industri energi, logistik dan penyediaan infrastruktur kawasan. (boy)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular