31.3 C
Samarinda
Jumat, September 30, 2022
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Fase Ketiga IKN, Menuju Kota Berkembang Dunia

SAMARINDA – Proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah dimulai. Tahapan pembangunan awal dilaksanakan 2022 hingga 2024 mendatang.

Menjadi prioritas, pembangunan fasilitas utama, seperti istana kepresidenan, perkantoran dan perumahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), terutama perumahan bagi ASN dan TNI/Polri.

Rencananya, relokasi ASN dan TNI/Polri dilakukan pada 2024 mendatang. Untuk itu, selain membangun sebuah kota baru, fasilitas pendukungnya mutlak turut dibangun untuk menunjang kegiatan perekonomiannya.

Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor dalam orasi ilmiahnya dihadapan ratusan mahasiswa dan wisudawan/wisudawati Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Timur, belum lama ini, menjelaskan pada posisi itu peran masyarakat Kaltim sangat penting. Khususnya penggerak dan penumbuh ekomomi di kawasan IKN.

“Selama ini DKI Jakarta disokong provinsi dan kabupaten/kota di Pulau Jawa. Maka, IKN di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara harus pula didukung penuh kabupaten dan kota di Kaltim hingga seluruh provinsi di Kaltimantan dan provinsi sekitarnya,” katanya.

Selanjutnya, Isran juga memaparkan tahap demi tahap pengembangan IKN. 2025 -2035 akan dilakukan pengembangan IKN sebagai area inti yang tangguh.

Periode setelahnya, 2035 hingga 2045, membangun ekosistem tiga kota sebagai pemicu ekonomi Indonesia Timur. “Jadi, yang akan dikembangkan itu bukan hanya IKN, tapi juga Balikpapan dan Samarinda,” ujarnya.

Dimana tiga kota (Samarinda, Balikpapan dan IKN) nantinya menjadi triangle cities yang akan terus dikembangkan menjadi satu ekosistem keberlanjutan IKN di kawasan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

“Khususnya ini dilakukan di fase ketiga pembangunan dan pengembangan ibu kota negara Republik Indonesia, kedepannya,” ungkapnya lagi.

Sedangkan fase 2045 hingga seterusnya adalah membangun sebuah kota dunia untuk semua.

Artinya, sesuatu yang dicita-citakan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 itu, bukan sekedar ibu kota negara Republik Indonesia, tapi kota bagi seluruh insan dan kota paling menarik semua orang di dunia.

“Apakah itu berinvestasi, beraktivitas maupun kegiatan lainnya di IKN kita,” tambahnya. (adpim/adv/diskominfokaltim)

 

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Most Popular