
Balikpapan.UpdateKaltim.com – PT Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menata kembali rantai produksi dan distribusi air seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, peningkatan efisiensi, dan pengendalian biaya produksi.
Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin menyampaikan, pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi mendorong perusahaan air minum tersebut memperkuat perencanaan penyediaan air secara berkelanjutan.
“Pengelolaan air tidak hanya soal menambah pasokan, tetapi juga menjaga efisiensi agar layanan tetap berjalan stabil,” ujar Yudhi saat dikonfirmasi, Minggu (28/12/2025).
Dari sisi produksi, PTMB mengoptimalkan sumber-sumber air yang telah ada melalui aktivasi dan rehabilitasi sumur. Sejumlah titik yang kini kembali beroperasi antara lain Kampung Damai dengan kapasitas 12 liter per detik, Telaga Sari Atas Gunung Sari sebesar 14 liter per detik, serta Kampung Baru sebesar 10,5 liter per detik.
“Langkah tersebut dipilih sebagai alternatif penguatan suplai tanpa membangun sumber baru yang memerlukan investasi besar,” kata Yudhi.
Pada jaringan distribusi, pembaruan pipa dilakukan untuk menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water. Penurunan kebocoran dinilai berpengaruh langsung terhadap efisiensi operasional dan biaya produksi air.
Selain itu, PTMB juga menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam. Upaya ini diarahkan untuk menjaga keberlanjutan sumber air baku yang menjadi fondasi layanan air di Balikpapan.
Menurut Yudhi, tantangan utama penyediaan air bersih di Balikpapan terletak pada karakter wilayah dan penyebaran pelanggan. Walhasil, kondisi tersebut menuntut perencanaan jangka menengah dan panjang agar investasi infrastruktur selaras dengan kemampuan keuangan perusahaan dan kebutuhan kota.
“Dengan pendekatan tersebut, PTMB menargetkan sistem penyediaan air bersih yang lebih efisien, terukur, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi kota secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis: Putri | Editor: Intoniswan








