Head NewsHumaniora

Disdikbud Kukar Tetap Tekankan Pendidikan Karakter di Tengah Pesatnya Perkembangan Iptek 

Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Foto Ilustrasi. (Foto Istimewa)

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Kemampuan menguasai teknologi dinilai perlu diimbangi dengan pembentukan kepribadian agar peserta didik tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berpikir kritis, mandiri, dan menciptakan inovasi.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan perkembangan teknologi pada era industri 5.0 membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi membuat peserta didik dapat memperoleh berbagai pengetahuan dengan cepat tanpa terbatas ruang dan waktu.

“Untuk itu, kemajuan tersebut harus diikuti dengan pembentukan karakter yang kuat. Sebab, kemampuan akademik dan penguasaan teknologi saja belum cukup untuk membentuk SDM yang berkualitas,” tegas Heriansyah di Tenggarong, Jumat (30/10/2026).

Karena itu, ia meminta para guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, kemandirian, integritas, kedisiplinan, dan kerja keras kepada peserta didik.

“Bagaimana kita memberikan arahan kepada guru bahwa ini tidak bisa dilaksanakan dengan ilmu saja. Guru harus tampil untuk mendidik dan melatih anak-anak kita agar mempunyai karakter, integritas, kemandirian, dan kerja keras,” ujarnya.

Diterangkan Heriansyah, penguasaan teknologi tanpa diimbangi karakter dapat membuat kemampuan yang dimiliki seseorang tidak digunakan secara tepat. Oleh sebab itu, proses pendidikan harus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam memanfaatkan pengetahuan dan teknologi.

Selain pendidikan karakter, Heriansyah juga menyoroti pentingnya membangun kemampuan berpikir kritis di lingkungan sekolah. Lantaran guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik agar tidak sekadar menerima informasi yang tersedia melalui teknologi, tetapi mampu mempertanyakan dan menganalisis informasi tersebut.

“Berpikir kritis itu mempertanyakan hal ini kenapa terjadi, bagaimana prosesnya, hasilnya seperti apa, output-nya seperti apa, outcome-nya seperti apa. Itu yang dimaksud dengan bagaimana anak bisa berpikir kritis,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi juga perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru diharapkan terus meningkatkan kemampuan dalam menggunakan teknologi agar dapat mengikuti perubahan metode pendidikan dan kebutuhan peserta didik.

Meski demikian, pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI), tidak boleh sepenuhnya menggantikan peran guru. Teknologi harus menjadi alat bantu pembelajaran, sementara proses pembentukan karakter dan pendampingan peserta didik tetap membutuhkan keterlibatan tenaga pendidik.

Heriansyah berharap, melalui peningkatan kompetensi guru yang dibarengi penguatan pendidikan karakter, peserta didik di Kukar dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki keterampilan, kompetensi, serta integritas.

“Harapannya, anak-anak kita tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, punya skill, punya kompetensi, dan punya integritas,” pungkasnya. (*)

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts