Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terpilih sebagai satu dari 10 kabupaten/kota di Indonesia yang menyelenggarakan Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan.
Festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar tersebut dibuka Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026). Sebanyak 200 guru dari 20 kecamatan dilibatkan dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari itu.
“Kukar terpilih setelah melalui proses kurasi dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dan kita berkesempatan menjadi daerah pertama yang melaksanakan festival tersebut pada 2026,” tutur Aulia.
Sebagai kepala daerah, Aulia mengapresiasi terpilihnya Kukar sebagai salah satu daerah penyelenggara Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026.
Menurutnya, terpilihnya Kukar tidak terlepas dari keaktifan para guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Keterlibatan tenaga pendidik menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
“Kita bisa terpilih menjadi pelaksana kegiatan ini oleh karena keaktifan dari Bapak-Ibu sekalian, Bapak-Ibu guru sekalian,” ujar Aulia.
Dijelaskan Aulia, Gemini Academy Impact Awards memiliki fokus berbeda dibandingkan festival AI pada umumnya. Jika kompetisi teknologi biasanya menitikberatkan pada karya yang dihasilkan, kegiatan ini lebih mengutamakan dampak penggunaan AI terhadap proses pembelajaran di satuan pendidikan.
Aulia menegaskan, perkembangan teknologi harus tetap berjalan seiring dengan pendekatan yang mengutamakan aspek kemanusiaan. Menurutnya, AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, sedangkan guru tetap memegang peran utama dalam menentukan arah pembelajaran, membimbing siswa, serta membangun hubungan emosional yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.
“Kita berharap dengan Gemini Award ini, karena Gemini Award ini lebih menekankan pada dampaknya, bukan pada produksi AI-nya sendiri, akan tetapi pada dampak yang ditimbulkan dari penggunaan AI sebagai metode atau alat pembelajaran yang dilaksanakan di satuan-satuan pendidikan kita,” katanya.
Terlebih, hubungan antara guru dan murid tidak sebatas penyampaian materi pelajaran. Perhatian, kedekatan emosional, dan pendampingan guru menjadi bagian penting dalam membentuk karakter serta memberikan harapan bagi masa depan peserta didik.
Karena itu, Aulia berharap pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan Kukar semakin berkembang tanpa menghilangkan peran guru sebagai pendidik.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan kegiatan tersebut menyasar 200 guru dari 20 kecamatan. Para peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan sejawat sehingga pemanfaatan AI tidak hanya terbatas pada guru yang mengikuti pelatihan.
“Pelatihan selama dua hari itu memberikan materi tentang penggunaan AI untuk membantu guru membuka pelajaran dan menyajikan materi pembelajaran, termasuk melalui video yang memuat pengetahuan bagi siswa,” terangnya.
Diterangkan Heriansyah, penyebaran pengetahuan dari peserta kepada guru lain menjadi salah satu tujuan kegiatan. Dengan pola tersebut, jumlah tenaga pendidik yang memanfaatkan AI dalam pembelajaran diharapkan bertambah di setiap sekolah.
“Kalau cuma satu saja di sekolah ini bisa menjadi lima, itu kan suatu hal yang luar biasa,” tuturnya.
Ia menambahkan, narasumber kegiatan turut melibatkan pihak dari APT Repo Indonesia yang disebut sebagai mitra Google Indonesia. Pelatihan ini juga berkaitan dengan pengembangan kemampuan guru, termasuk jenjang sertifikasi sebagai coach atau pelatih.
Meski memanfaatkan teknologi, Heriansyah mengingatkan bahwa AI tidak dapat digunakan sepenuhnya untuk menggantikan proses pendidikan. Guru tetap harus memberikan perhatian kepada siswa dan membangun kedekatan yang mendukung perkembangan mereka.
“Tugas pendidik bukan sekadar menyampaikan pelajaran hingga selesai, melainkan membimbing siswa agar berkembang melalui proses pendidikan yang menyeluruh,” tegasnya. (*)












