Penulis: Zulkifli | Editor: Intoniswan | Adv Diskominfo Kukar

Tenggarong.UpdateKaltim.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan dalam lima tahun 50 ribu nelayan jadi penerima manfaat dari Program Dedikasi Keenam berupa pendampingan, pelatihan, dan pemberian bantuan.
Kepala DKP Kukar, Muslik, menjelaskan, target penerima mafaat 50 ribu bagi nelayan, masih menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
“Untuk nelayan sendiri, kita mungkin bisa mengambil sampai 50 persen dari target tersebut selama lima tahun. Semoga anggarannya konsisten. Alhamdulillah, sebenarnya untuk perikanan anggaran kita cukup,” ujar Muslik di Tenggarong, Kamis (15/10/2026).
Program tersebut melanjutkan perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok usaha produktif di sektor pangan. Pada periode pemerintahan Bupati Edi Damansyah program dedikasi yang dijalankan berfokus pada fasilitasi 25 ribu nelayan.
“Sementara pada periode Pak Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin, cakupan program tersebut diperluas dengan memasukkan petani dan peternak,” sambungnya.
Meski demikian, ia mengakui kondisi fiskal daerah dan kebijakan efisiensi anggaran dapat memengaruhi pelaksanaan sejumlah kegiatan. Rasionalisasi belanja membuat beberapa program lain di sektor perikanan harus ditunda untuk sementara waktu.
Terlebih, sektor perikanan memiliki cakupan pekerjaan yang luas karena meliputi tahapan dari hulu hingga hilir. Tidak hanya meningkatkan produksi, pemerintah juga perlu memperhatikan pengolahan hasil, pemasaran, serta keberlanjutan lingkungan dan habitat perairan.
“Perikanan ini kompleks karena mencakup hulu sampai hilir. Ada produksi, proses pemasaran, serta pengelolaan lingkungan dan habitat. Ini berkaitan dengan pengawasan sumber daya ikan,” jelasnya.
Dalam peningkatan produksi, DKP Kukar menjalankan program melalui dua sektor utama, yakni perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Keduanya memiliki karakteristik dan kebutuhan dukungan yang berbeda, menyesuaikan kondisi wilayah serta jenis usaha yang dijalankan masyarakat.
Pada sektor budi daya, dukungan diberikan mulai dari pembenihan, pendederan, hingga pembesaran ikan. Sementara perikanan tangkap berkaitan langsung dengan aktivitas nelayan yang beroperasi di kawasan pesisir laut maupun perairan umum daratan, seperti sungai dan danau.
Muslik menyebutkan, luasnya wilayah perairan Kukar membuat karakteristik usaha perikanan masyarakat cukup beragam. Selain nelayan tangkap, masyarakat pesisir juga mengembangkan usaha budi daya, terutama tambak.
“Komoditas yang banyak dibudidayakan di kawasan pesisir di antaranya udang windu dan bandeng. Selain itu, budi daya rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii juga mulai berkembang.,” ungkapnya.
Muslik menegaskan, keberhasilan program Petani, Peternak, dan Nelayan Tangguh akan sangat bergantung pada kesinambungan anggaran serta pelaksanaan kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan. (*)












