
Samarinda.UpdateKaltim.com – Pembangunan manusia di Indonesia masih terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. IPM Indonesia pada tahun 2025 telah mencapai 75,90 yang juga menunjukkan bahwa capaian pembangunan manusia di Indonesia masih berada pada status “tinggi”. Capaian IPM tersebut meningkat sebesar 0,88 poin, atau tumbuh positif sebesar 1,17 persen dibandingkan tahun 2024.
Sejak tahun 2024, IPM pada level provinsi telah dirilis untuk 38 provinsi yang mencakup provinsi yang baru berkembang. Capaian pembangunan manusia di tingkat provinsi hingga saat ini masih cukup bervariasi. IPM pada level provinsi berkisar antara 54,91 (Papua Pegunungan) hingga 85,05 (DKI Jakarta).
Pada tahun 2025, hanya terdapat 3 (tiga) provinsi di Indonesia yang memiliki status pembangunan manusia “Sangat Tinggi” yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi DI Yogyakarta, dan Provinsi Kepulauan Riau.
Sementara itu, terdapat 30 (tiga puluh) provinsi, termasuk dalam hal ini Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki status pembangunan “Tinggi” dan 4 (empat) provinsi memiliki status pembangungan “Sedang” dan terdapat 1 (satu) provinsi yang berstatus “Rendah” yaitu Provinsi Papua Pegunungan.
Demikian dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim dalam Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Kalimantan Timur 2025, yang dirilis 24 April 2026.
IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Capaian pembangunan manusia di Kaltim selama kurun waktu 2011–2025 menunjukkan peningkatan dalam setiap tahun. Status IPM Kaltim dari tahun 2011–2025 telah berstatus “Tinggi”.
Penduduk Kaltim 4.268.000 Jiwa
Provinsi Kaltim terbagi menjadi 10 (sepuluh) kabupaten/kota, yang terdiri dari 7 (tujuh) wilayah kabupaten dan 3 (tiga) wilayah kota. Berdasarkan proyeksi penduduk hasil Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Kaltim tahun 2025 sebanyak 4,268 juta jiwa yang terdiri dari 2,204 juta penduduk laki-laki dan 2,063 juta penduduk perempuan.
Berdasarkan data BPS dan Kementerian Dalam Negeri, kepadatan penduduk Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025 tercatat sekitar 34 penduduk per kilometer persegi (km2) atau mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2024 sebesar 32 penduduk per kilometer persegi (km2).
Menurut BPS Kaltim, untuk melihat lebih dalam sejauh mana pembangunan manusia di wilayah Provinsi Kaltim, perlu diketahui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun.

Pembangunan manusia di Provinsi Kaltim masih terus mengalami peningkatan. Dalam periode 2020-2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kaltim terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
“Selama rentang waktu tersebut, IPM Provinsi Kaltim bertambah sebesar 3,45 poin,dengan rata-rata pertumbuhan tahunan mencapai 0,89 persen. Kenaikan ini mencerminkan kemajuan yang semakin baik dalam kualitas pembangunan manusia di Kaltim,” ungkap BPS Kaltim.
IPM merupakan agregasi dari tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat (a long and healthy live), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standard of living).
Untuk menghitung dimensi umur panjang dan hidup sehat, digunakan indikator Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) merupakan indikator yang mewakili dimensi pengetahuan.

Selanjutnya, dimensi standar hidup layak diwakili oleh indikator pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan. Berdasarkan kriteria di atas, tampak bahwa status pembangunan manusia di Provinsi Kaltim saat ini berada pada status “Tinggi”.
“Bahkan sejak awal penghitungan IPM Kalimantan Timur tahun 1996 pun, status pembangunan manusia di daerah ini telah berada pada level status “Tinggi”, kecuali pada tahun 1999 statusnya sempat bergeser menjadi “Sedang” sebagai imbas dari krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998. Selanjutnya dari tahun 2002 sampai saat ini status pembangunan manusia Kalimantan Timur masih berada pada level kategori “Tinggi”,” ungkap BPS Kaltim.
Pada tahun 2025, kinerja perekonomian Provinsi Kalimantan Timur mampu tumbuh hingga 4,53 persen. Capaian perekonomian tersebut menjadi salah satu faktor pendorong terjadinya peningkatan capaian pembangunan manusia di Kaltim, khususnya pada indikator pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan yang tumbuh 3,34 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan penduduk Kalimantan Timur pada tahun 2025 sebesar 14,25 juta rupiah per kapita per tahun, naik sebesar 461 ribu rupiah per kapita per tahun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sama halnya dengan indikator pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan, indikator umur harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan harapan lama sekolah juga mengalami peningkatan.
Umur harapan hidup (UHH) saat lahir di Kaltim tahun 2025 telah mencapai 75,28 tahun dan dari sisi rata-rata lama sekolah, penduduk usia 25 tahun ke atas mencapai 10,10 tahun atau telah menempuh pendidikan setara dengan kelas X atau kelas pertama di SMA. Sementara itu, anak usia 7 tahun ke atas berpeluang menempuh endidikan selama 14,04 tahun atau setara lulus Diploma II.
Penulis: Intoniswan | Editor: Intoniswan








