Head NewsHumaniora

Kedekatan Andi Harun dan Aulia Rahman Basri Curi Perhatian

Wali Kota Andi Harun dan Bupati Aulia Rahman Basri tampak akrab saat nobar laga Borneo FC Samarinda vs Persib Bandung di GOR Segiri, Minggu (15/3/2026). (Istimewa)

Samarinda.UpdateKaltim.com –  Sorak sorai para pecinta sepak bola pecah saat laga Borneo FC Samarinda vs Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Segiri, Minggu (15/3/2026). Namun, bukan pertandingan di lapangan yang menyita perhatian, melainkan keakraban dua kepala daerah dari partai yang sama di tribun penonton.

Suasana tribun VIP di GOR Segiri tampak riuh. Walikota Samarinda Andi Harun dan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri duduk berdampingan, mereka sama-sama tersenyum sangat lebar sambil bertepuk tangan.

Keduanya mengenakan pakaian bernuansa merah dan terlihat akrab di tengah sorak sorai penonton yang memadati stadion. Di antara riuhnya penonton, keduanya tampak santai berbincang, sesekali tertawa, hingga kompak merespons jalannya pertandingan.

Kehadiran dua politisi Partai Gerindra ini pun mencuri perhatian dan memunculkan kesan hangat di tengah publik.

Ditemui media Niaga.Asia pada Senin malam (16/3/2026) di Cofferal Tenggarong. Bupati Aulia Rahman Basri tak menampik kehadiran dirinya yang duduk bersampingan dengan Walikota Andi Harun di stadion GOR Segiri.

Menurutnya, momen tersebut bukan dalam rangka agenda formal pemerintahan, akan tetapi, hanya memenuhi undangan serta menikmati pertandingan bersama.

“Iya, kita sampingan nonton kemarin, karena memang beliau biasa nonton bola kan, kami baru kemarin diundang oleh Bang Nabil untuk nonton bareng-bareng. Saya juga diundang,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai kebersamaan tersebut memiliki makna lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dengan kita terlihat guyup, rukun, dan lain-lain sebagainya, ini akan membawa atmosfer yang baik bagi warga masyarakat Kaltim,” jelasnya.

Hubungan antara Samarinda dan Kukar kata dia, tidak bisa dipisahkan. Secara geografis, kedua wilayah saling berbatasan dan memiliki keterkaitan dalam berbagai persoalan pembangunan.

“Kalau Samarinda dan Kukar itu harus saling kolaborasi. Kenapa, karena batas wilayah kita beririsan. Samarinda kan dikelilingi oleh Kukar,” terangnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah pembahasan kolaborasi sebenarnya telah dilakukan sebelumnya, mulai dari penanganan sampah hingga pembangunan kolam retensi untuk mengatasi banjir.

Sejalan dengan itu, orang nomor satu di Kukar ini menekankan pentingnya meninggalkan pola pikir sektoral dalam pembangunan daerah.

“Sekarang ini bukan waktunya lagi untuk berpikir segmented. Kukar, Kukar, Samarinda, Samarinda. Balikpapan, Balikpapan. Kalau kita berpikirnya segmented, yang jadi korban itu masyarakat. Jadi orientasinya bagaimana pelayanan terhadap masyarakat itu bisa jauh lebih baik lagi,” tegasnya.

Harapan Bupati Aulia, kolaborasi tidak hanya terbatas antara Kukar dan Samarinda, tetapi juga melibatkan seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

“Kita sangat berharap semua bisa saling berkolaborasi dengan baik. Ini merupakan suasana yang sangat baik lah untuk Kaltim,” pungkasnya.

Penulis: Lydia Apriliani | Editor: Intoniswan

Bagikan

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts